Aksi Ayu Ting Ting Bagi THR Rp 20 Ribu dan Jusuf Hamka Bagi THR Rp 10 Ribu Dihujat

Aksi Ayu Ting Ting Bagi THR Rp 20 Ribu dan Jusuf Hamka Bagi THR Rp 10 Ribu Dihujat

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Momen Lebaran identik dengan bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR).

Belakangan aksi bagi-bagi THR artis hingga pengusaha disorot hingga banjir hujatan netizen.


Pedangdut Ayi Ting Ting dihujat karena bagi-bagi THR dengan nominal Rp 20 ribu.

Pengusaha Jusuf Hamka juga sama, penguasa jalan tol itu dihujat usai bagi-bagi THR dengan nominal Rp 10 ribu.


Warganet menghujat lantaran kaget dengan nominal THR yang diberikan Jusuf Hamka serta Ayu Ting Ting.


Nominal THR Rp 10-20 ribu dinilai sangat kecil, dianggap tak sebanding dengan kekayaannya keduanya.

Ayu Ting Ting Dihujat Usai Bagi-bagi THR Rp 20 Ribu

Ayu Ting Ting baru-baru ini menjadi sorotan.

Kali ini bukan soal rencana pernikahannya tapi soal bagi-bagi THR.

Pelantun lagu Alamat Palsu itu dihujat usai bagi-bagi THR Rp 20 ribu ke anak-anak di lingkungan rumahnya.


Banyak yang julid dengan menyebut THR yang diberikan Ayu terlalu kecil nominalnya.

Hingga video Ayu Ting Ting membagikan THR itupun sontak viral di media sosial.

Tetangga Pasang Badan, Tabiat Ayu Ting Ting Dibongkar

Tak senang sang artis dinyinyiri, seorang wanita pemilik akun TikTok bernama Humairoh Aziz menanggapi ramainya nyinyiran terhadap Ayu Ting Ting yang terekam bagi-bagi THR Rp 20 ribu ke anak-anak di lingkungan rumah.

Humairoh mengaku sebagai tetangga dan jarak rumahnya sangat dekat dengan kediaman Ayu.

Humairoh juga membela Ayu Ting Ting yang banyak dihujat lantaran hanya memberikan THR sebesar Rp 20 ribu.

Menurutnya, Ayu tak hanya memberikan uang Rp 20 ribu saja.

"Rumahku tuh deket banget sama Ayu Ting Ting, jalan kaki juga nyampe.

Nah setahu aku tuh ya, Kak Ayu tuh ngebagiinnya bukan dua puluh ribu aja," ungkap Humairoh.

Ia bercerita jika uang Rp 20 ribu hanya dibagikan kepada anak-anak kecil di lingkungan rumah Ayu.

Itu pun menurut dia tak bisa dibilang kecil lantaran Ayu membagikannya kepada anak-anak sekampung yang jumlahnya tentu tidak sedikit.


"Jadi gimana maksudnya? Mentang-mentang dia artis, mau ngasihnya sekampung ngasihnya jangan dua puluh ribu dong. Gitu? Ngasihnya berapa? Seratus ribu, gitu maksud lu?

La coba itu dua puluh ribu dikali sekampung, kalo sekampung ada 1000 orang? Coba bayangin," lanjutnya.

Humairoh juga menyebutkan jika di luar kamera, Ayu Ting Ting sudah banyak memberi kepada orang-orang di sekitarnya.

"Kak Ayu itu udah banyak banget ngasih orang, apalagi pekerja-pekerjanya terlebih sanak keluarga serta kerabatnya," bela Humairoh.

Ayu Ting Ting Gemar Berbagi, Tetangga Ingatkan Warganet Jangan Julid
Lebih lanjut, Humairoh menyebut jika Ayu Ting Ting dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan rumahnya.

Tetangga mengenal Ayu sebagai artis yang tidak sombong dan gemar berbagi.

"Dia ngasih orang sekampung, sampai open house rumahnya dibuka.

Dan Ayu itu emang udah terkenal di kalangan situ emang baik banget dia, nggak ada sombong-sombongnya."

Terakhir, Humairoh meminta netizen agar tidak julid dan tetap berprasangka baik terhadap kebaikan orang lain.

"Makanya hati tuh ditata supaya bisa selalu berprasangka baik sama orang. Lu fokus aja sama kebaikan diri lu sendiri, jangan ngurusin orang," pungkasnya.

Jusuf Hamka Si Penguasa Jalan Tol Bagi-bagi THR Tapi Banjir Hujatan, Kenapa?
Senasib dengan Ayu Ting Ting, pengusaha Jusuf Hamka atau yang dikenal sebagai Penguasa Jalan Tol juga banjir hujatan.

Ini lantaran videonya saat membagikan THR viral dan diunggah akun Instagram @lambegosiip.

Dalam video tersebut, Jusuf Hamka tampak disapa oleh seorang wanita.

“Bapak Harun apa kabar? Ini kan hari Imlek kok enggak ke luar negeri?,” kata seorang wanita di balik ponsel yang merekam video tersebut seperti dikutip pada Minggu (14/4/2024)

Jusuf Hamka pun mengatakan tidak liburan ke luar negeri dan memilih untuk bagi-bagi THR ke warga.

“Kita enggak usah ke luar negeri, bagi-bagi rejeki. Kadiye hayu lari (ayo ke sini lari),” kata Jusuf Hamka.

Sejumlah orang pun terlihat antusias menganter untuk mendapatkan uang dari Jusuf Hamka.

Sayangnya, warganet ramai mencibir lantaran kaget dengan nominal THR yang diberikan Jusuf Hamka yang dinilai sangat kecil yakni Rp 10 ribu.

“Imlek-Imlek enggak usah ke luar negeri ketemu saudara-saudara di sini. Imlek harus dirayakan dengan kesederhanaan berbagi,” kata Jusuf Hamka.

Bahkan ada salah satu ibu-ibu, yang menggendong anak meminta uang dua kali, namun ditolak oleh Jusuf Hamka.

Unggahan video itu pun langsung ramai cibiran dari warganet.

Sosok Jusuf Hamka

Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka pernah viral karena menagih utang sebesar Rp 800 miliar kepada pemerintah yang sudah terbentuk sejak 1998 dan hingga kini belum juga dibayarkan kepada perusahaannyam PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Menurut Jusuf Hamka, utang tersebut bukan berasal dari proyek infrastruktur yang dipegang CMNP tapi deposito kepunyaan bank yakni Makmur (Bank Yama), terhitung saat krisis keuangan di tanah air berlangsung.

Berikut sosok Jusuf Hamka yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Dikenal dengan sebutan Babah Alun

Jusuf Hamka atau yang juga dikenal dengan nama Babah Alun lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957. Selama sebagai pengusaha, pria yang kini berusia 65 tahun ini juga dikenal sebagai motivator dan politikus Partai Golongan Karya.

Jusuf Hamka merupakan bos PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Perusaan tersebut ikut berperan dalam pembuatan jalan tol Cawang-Tanjung Priok.

Selain itu, ia juga menjad pengelola jalan tol di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Jusuf Hamka kerap disebut sebagai pengusaha jalan tol.

Selain di CMNP, ia juga memegang jabatan penting di beberapa perusahaan terkenal.

Misalnya menjadi komisaris utama PT Mandara Permai, Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, dan lainnya.

2. Bekerja di Toko Kayu

Sebelum menjadi pengusaha, Jusuf Hamka dahulu hanyalah seorang pedagang es mambo di depan Masjid Istiqlal.

Saat berjualan, ia sering kali menerima sedekah lebihan uang hasil pembelian es mambo dari pembelinya yang kebanyakan jemaah masjid.

"Saya jual es mambo, temen saya dulu omzetnya misalnya Rp 100 ribu, saya pulang bisa bawa Rp 130 ribu."

"Karena apa? orang tuh duit lebihannya 'udah ambil deh' mereka sedekah, kasih infak ke saya. Gitu," cerita Jusuf pada TribunJakarta.com, April 2021.


Pada tahun 1974, Jusuf Hamka juga pernah bekerja untuk sebuah usaha kayu di Samarinda.

Ia juga tinggal dan tidur di atas rakit. Saat tak punya uang, ia memancing ikan di dekat jamban.

"Kalau nggak punya duit, saya modal sabun saya potong, lalu saya kasih pancingan. Saya lempar pancingannya ke deket jamban. Langsung dimakan, itu namanya ikan jamban."

"Tapi ya kami lapar, kita makan. Itulah hidup. Tidur bantalnya tas travelling saya, lalu pakai kelambu. Jadi seperti ini pasti ada kerja keras," tuturnya.

Dalam akun Instagram-nya, @jusufhamka juga bercerita pada 1986-1989 sempat menyambi sebagai seorang sopir traktor pembuat jalan di Desa Bukuan, Kecamatan Palaran, pinggir Sungai Mahakam.

Pemilik nama Alun Joseph itu mendapatkan gaji Rp 750 ribu per bulan.

"Namun atas dasar kehendak dan dengan gerak Allah SWT, Kunfayakun, si pembuat jalan tersebut saat ini telah dipercaya pemerintah sebagai pengelola Jalan Tol di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, alhamdulillah, rezeki anak soleh," tulisnya dalam postingan Minggu (4/4/2021).

3. Jualan Nasi Kuning untuk Dhuafa dan Fakir Miskin

Jusuf Hamka juga dikenal sebagai pelopor program Warung Nasi Kuning untuk Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin.

Program sosial itu diinisiasinya sekira Februari 2018. Saat itu, hanya dengan membayar Rp 3000, masyarakat sudah bisa menikmati satu paket nasi kuning beserta lauk pauk disertai buah dan air minum.

Adapun alasan Jusuf Hamka memilih menu nasi kuning karena pernah menemani sang ibu berjualan nasi kuning.

"Saya ingat dulu menemani ibu saya dagang nasi kuning Rp 3.000 di Samarinda. Untuk menghargai almarhumah dan bernostalgia, saya bikin nasi kuning," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Jusuf membuka gerai pertamanya di halaman Kantor PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara.

Warung itu buka setiap hari kerja di waktu jam makan siang. Penjung pun boleh makan sepuasnya sampai kenyang.

4. Terjun di Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Saat gelaran Pilpres 2019, Jusuf Hamka ikut masuk dalam tim kampanye pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Ia tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) dan menjadi Bendahara.

Namun jabatan itu tak lama diemban, sebab ia ditarik untuk membantu Agus Gumiwang Kartasasmita yang ditunjuk sebagai Menteri Sosial pada Agustus 2018

Dikutip dari Kompas.com, Jusuf Hamka pun diangkat sebagai staf khusus. Menurutnya, hal itu terjadi dua minggu setelah penunjukkan dirinya sebagai bendahara di TKN.

Dalam jabatannya sebagai staf khusus saat itu, Jusuf fokus untuk mengembangkan program Warung Nasi Kuning untuk Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin ke seluruh Indonesia.

5. Minta Pemerintah Bayar Utang

Kini, Jusuf Hamka menagih utang pada pemerintah sebesar Rp 800 miliar. Pria yang kerap disapa Abah Alun ini menyampaikan, utang pemerintah itu bermula saat krisis keuangan tahun 1997 sampai 1998.

Kala itu, keadaan perbankan mengalami kesulitan likuditas hingga mengalami kebangkrutan. Krisis keuangan yang menerpa Indonesia saat itu, membuat berbagai perbankan mengalami kebangkrutan karena likuiditas yang tersendat.

Pemerintah pun meluncurkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) guna membantu pembayaran kepada para penyimpan deposito atau deposan.

Dari hal itulah, hadir satu bantuan likuditas yang dikenal dengan BLBI, yang merupakan bantuan untuk bank agar bisa membayar kepada deposan-deposan.

CMNP, perusahaan milik Jusuf Hamka, mempunyai deposito di Bank Yakin Makmur (Bank Yama). Namun, tidak mendapatkan gantinya karena dianggap berafiliasi dengan Bank Yama.

"Pemerintah menganggap kita ada afiliasi karena Bank Yama yang katanya punya Mba Tutut, sedangkan Citra Marga perusahaan tbk," jelasnya.


Pada 2012, Jusuf Hamka menggugat pemerintah ke pengadilan. Hal tersebut tak lain agar mendapatkan ganti atas deposito yang belum dibayarkan itu.

Hasil saat itu, CMNP menang atas gugatannya dan pemerintah harus membayar kewajiban kepada perusahaan berserta bunganya.

Namun, sampai 2015 pemerintah belum juga membayar. Jusuf Hamka mengungkap utang pemerintah membengkak dengan bunganya menjadi Rp 400 miliar.

"Karena waktu itu pengadilan memerintahkan bayar bunganya sekalian, akhirnya sampai Rp 400 miliar sampai 2015," ujarnya.

Jusuf Hamka juga mengaku, selama delapan tahun ini sudah berusaha menagih utang ini ke Kementerian Keuangan. Namun hasilnya nihil

Sumber: Tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita