Videonya Viral, Ketua KPU Hasyim Asyari Bantah Dapat Kue Ultah dari Elite PSI: Saya Beli Sendiri

Videonya Viral, Ketua KPU Hasyim Asyari Bantah Dapat Kue Ultah dari Elite PSI: Saya Beli Sendiri

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyari, buka suara soal viral videonya saat merayakan ulang tahun (ultah) bersama Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PSI sekaligus caleg DPR RI Marsha Siagian.

Hasyim Asyari langsung membantah narasi yang menyebutnya mendapat kue ulang tahun dari elite PSI sekaligus peserta Pemilu 2024.

Ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta, Hasyim mengklaim kue ulang tahun itu disiapkan sendiri olehnya.

Menurutnya, Marsha Siagian hanya mengambil video dan makan bersama.


"Oh, itu kue yang nyiapin saya sendiri. Dia hanya ikut memvideo dan ikut makan," ujar Hasyim, Selasa (19/3/2024).


Hasyim berujar, bahwa ada sejumlah saksi Pemilu 2024 yang turut diundang dalam perayaan ulangtahunnya.

Karena itu, Hasyim memastikan tidak ada kue yang diberikan oleh pihak lain dalam perayaan ulangtahunnya.

"Semua juga hadir saksi-saksi di sini. Tidak ada PSI ngasih kue, tidak ada," ujarnya.

Hasyim mengaku, sengaja menyuguhkan kue ulang tahun tersebut di arena rapat pleno.


Ia berujar, hal itu dilakukan agar siapa pun yang datang ke rapat pleno dapat ikut memakan kue tersebut.

"Kue dari saya sendiri dan saya menyuguhkan di arena pleno. Bahwa mau memvideokan, tanya yang memvideokan," tandasnya.


Sebagai informasi, video perayaan ulang tahun Hasyim bersama elite PSI itu sempat menuai pro kontra karena dianggap dapat menimbulkan potensi gratifikasi.

Kontroversi Lonjakan Perolehan Suara PSI
Sebelumnya, KPU juga sempat menuai sorotan buntut lonjakan perolehan suara PSI yang dinilai tidak wajar.


Dalam rentang waktu 29 Februari sampai 2 Maret 2024, suara PSI melonjak dari 2.171.907 atau 2,86 persen pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB menjadi 2.402.268 atau 3,13 persen pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.

Artinya, suara PSI bertambah sebanyak 230.361 suara dalam kurun waktu tiga hari.

Sementara, dalam kurun waktu yang sama, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang hasilnya tercatat di situs real count KPU bertambah 2.240, dari 539.084 TPS menjadi 541.324 TPS.

Terkait hal itu, KPU menegaskan telah menelusuri satu per satu jika terjadi kesalahan penghitungan suara di Pemilu 2024.

"Kalaupun ada salah hitung, salah tulis, kan ditelusuri satu per satu. Jadi, saya kira itu yang akan kita jadikan dasar sampai pada penetapan hasil akhir yang batas akhirnya adalah tanggal 20 Maret 2024," tutur Hasyim Asyari, Selasa (5/3/2024) lalu.

Hasyim berujar, KPU berpatokan pada sumber asli yakni formulir C hasil plano dalam rekapitulasi suara.


Karena itu, jika terjadi ketidakcocokan hingga selisih angka pada penghitungan suara, acuan utama surat suara yang ditetapkan adalah C.Hasil dari TPS terkait.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga memastikan telah melakukan verifikasi ke tingkat bawah terkait dugaan penggelembungan suara PSI.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menegaskan verifikasi di lapangan dilakukan Bawaslu di Cilegon, Banten, dan di Kecamatan Gatak, Jawa Tengah.

Namun, dugaan penggelembungan suara tersebut tidak terbukti.

"Ada beberapa yang kita verifikasi tidak terbukti," kata Bagja, kepada wartawan di kantor KPU, Jakarta Pusat, pada Senin (4/3/2024) lalu.

"Kemudian, kita verifikasi ke lapangan. Misalnya, ada di Cilegon, terselesaikan. Ada di sosial media, kan? Ada juga di Jawa Tengah yang sudah selesai secara berjenjang, sudah diselesaikan."

Sumber: Tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita