Pesawat Boeing 787-10 dari Israel Mengalami Turbulensi Ekstrem, 22 Penumpang Terluka

Pesawat Boeing 787-10 dari Israel Mengalami Turbulensi Ekstrem, 22 Penumpang Terluka

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Pesawat Boeing 787-10 dari Israel Mengalami Turbulensi Ekstrem, 22 Penumpang Terluka


GELORA.CO - Dua puluh dua orang terluka ketika sebuah pesawat penumpang besar harus melakukan pendaratan darurat, di Negara Bagian New York setelah mengalami “turbulensi ekstrem”.

United Airlines Boeing 787-10 Dreamliner dari Tel Aviv di Israel sedang menuju Bandara Newark pada hari Jumat, tetapi terpaksa mendarat 70 mil jauhnya di Bandara Internasional New York Stewart.

Pesawat disebut mengalami angin kencang yang menyebabkan, penumpang mengeluh mual dan nyeri dada akibat turbulensi tersebut.

Setelah mendarat, tujuh penumpang dilarikan ke rumah sakit dan 15 lainnya dirawat di lokasi karena luka-luka, lapor The Sun pada hari Sabtu. 

United Airlines mengatakan, pada hari Jumat, penerbangan United Airlines 85 mendarat di Bandara Internasional Stewart (SWF) setelah dilaporkan adanya angin kencang di Newark.

“ Satu penumpang turun dari pesawat karena insiden medis, dan beberapa pelanggan lainnya diperiksa oleh petugas medis karena kemungkinan mabuk perjalanan. Penerbangan mengisi bahan bakar dan melanjutkan ke Newark."

Pesawat, yang tertunda meninggalkan Israel , mengalami angin sekitar pukul 18.30 waktu setempat, dan penyelidikan atas insiden tersebut akan segera dilakukan.

Angin kencang dan turbulensi memaksa penerbangan United Airlines dari Israel dialihkan dari tujuannya Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey ke Bandara Internasional Stewart di New Windsor, New York, kata pihak berwenang.

Sekitar 312  penumpang berada di dalamnya, kata Eksekutif Orange County Steven M. Neuhaus dalam sebuah pernyataan malam. 

Beberapa penumpang dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani evaluasi, sedangkan sisanya dibawa ke bandara Newark.

Tidak ada penumpang yang mengalami luka serius, kata Neuhaus.

Penerbangan tersebut berasal dari Tel Aviv, ABC 7 New York melaporkan, Bandara Stewart terletak sekitar 60 mil (100 kilometer) di utara Kota New York.

Administrasi Penerbangan Federal mengatakan akan menyelidiki insiden tersebut.

Sumber: disway
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita