Pengamat soal Tokoh yang Cocok Maju Pilkada DKI 2024: Anies dan Ahok Masih Kuat

Pengamat soal Tokoh yang Cocok Maju Pilkada DKI 2024: Anies dan Ahok Masih Kuat

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Pengamat soal Tokoh yang Cocok Maju Pilkada DKI 2024: Anies dan Ahok Masih Kuat


GELORA.CO -  Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih memiliki suara kuat di DKI Jakarta. Adi menyebut bahwa kedua orang tersebut cocok untuk maju dalam kontestasi Pilkada DKI pada November mendatang.

“Banyak nama besar yang cocok. Anies dan Ahok masih kuat di Jakarta,” ujar Adi ketika dihubungi Tempo, Minggu, 3 Maret 2024. “Problemnya, dua orang ini tertarik atau tidak maju (Pilkada DKI) Jakarta belum ada yang tahu persis.”

Selain kedua nama di atas, Adi menyebut nama lain yakni Ridwan Kamil, salah satu pesohor politik yang sangat populer di Jakarta katanya. “Ridwan Kamil personality politiknya bagus, kepemimpinannya juga diakui saat jadi walkot dan gubernur,” tuturnya.

Meski begitu, kata Adi, apabila Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil, maka Golkar perlu berkoalisi dengan partai lain. Menurut dia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa menjadi opsi, lantaran PKS potensial juara di Pileg Jakarta. “Secara politik dua partai ini tak punya riwayat saling berkonfrontasi keras, bisa berkoalisi,” tuturnya. 

Menanggapi isu kembalinya Anies di bursa Pilkada DKI, Juru Bicara Tim Nasional Anies-Muhaimin atau Timnas AMIN, Billy David Nerotumilena mengatakan, arah koalisi akan dibahas setelah proses Pemilu selesai.

“Dari tim Pak Anies, tim koalisi prinsipnya menghargai proses pemilu yang sedang berjalan saat ini. Arah lanjutan Pak Anies, arah koalisi akan dibahas setelah pemilu tuntas,” ujar Billy, saat dihubungi Tempo, pada Jumat, 1 Maret 2024.

Sementara Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono mengatakan, partainya sudah memberikan surat tugas kepada Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Ketua DPD DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar untuk maju menjadi kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Surat resmi itu sudah diberikan sebelum Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Namun, kata dia, keputusan itu bisa berubah.

“Belum final, akan ada surat baru ketika proses pendaftaran Pilkada dimulai,” kata Dave saat dihubungi, Sabtu 2 Maret 2024.

Golkar, kata Dave, akan melihat sejumlah faktor untuk memilih salah satu di antara keduanya. Salah satunya, melihat elektabilitas keduanya berdasarkan survei. “Kami tidak akan mencalonkan seorang calon yang tidak memiliki kemenangan tinggi,” kata Dave.

Sejauh ini, Golkar belum melakukan survei internal untuk melihat elektabilitas keduanya. Golkar masih menunggu selesainya tahap pemilu tuk melihat posisi Golkar dalam Pilkada nanti. “Kami masih fokus penyelesaian pemilu,” ujar Dave.

Sumber: tempo
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita