'Bisa Jadi Hanya Prabowo yang Dilantik, Gibran Tersingkir'

'Bisa Jadi Hanya Prabowo yang Dilantik, Gibran Tersingkir'

Gelora News
facebook twitter whatsapp
'Bisa Jadi Hanya Prabowo yang Dilantik, Gibran Tersingkir'


GELORA.CO - Kritikus Faizal Assegaf merasa capres nomor urut dua pemenang Pilpres 2024 Prabowo Subianto bisa jadi dilantik menjadi presiden tanpa Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden (wapres) yang mendampinginya.

Pasalnya Gibran bisa tersingkir dari posisi wapres Prabowo Subianto karena dianggap anak haram konstitusi, dan hal tersebut merupakan jalan tengah untuk mengatasi kejahatan politik dinasti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bisa jadi hanya Prabowo yang dilantik, Gibran tersingkir sebab dianggap sebagai anak haram konstitusi. Artinya, semua pihak yang dicurangi oleh kejahatan politik dinasti menemukan jalan tengah. Arah itu tergantung dinamika," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (22/3).

Sekadar informasi, Gibran Rakabuming Raka bisa maju sebagai cawapres di Pilpres 2024 karena Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah syarat batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Sementara diketahui, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih suara tertinggi untuk pemilihan presiden (pilpres). Pasangan dengan nomor urut 2 itu merai 96.214.691 suara atau 58,58 persen.

Hal tersebut berdasarkan penetapan hasil pemilihan umum (pemilu) 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU)  pada Rabu (20/3/2024) malam, dan tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024.

Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 40.971.906 suara atau 24,94 persen. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 27.040.878 suara atau 16,46 persen. 

"Menetapkan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan berita acara nomor 218/PL.01.08.-BA/05/2024 dalam Pemilihan Umum Tahun 2024," kata Ketua KPU Hasyim Asy'ari saat rapat pleno penetapan hasil pemilu 2024, Rabu malam, dikutip dari Republika.

Diketahui, pasangan Prabowo-Gibran menang di 36 dari total 38 provinsi. Selain itu, pasangan tersebut juga menang secara akumulatif di pemilihan luar negeri. Sementara pasangan Anies-Muhaimin menang di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud tak meraih kemenangan di satu provinsi pun.

Sumber: populis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita