SBY: Rakyat Indonesia Merasakan Kesulitan Lima Tahun Terakhir InI

SBY: Rakyat Indonesia Merasakan Kesulitan Lima Tahun Terakhir InI

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan bahwa kondisi masyarakat Indonesia dalam 5 tahun terakhir mengalami kesulitan karena berbagai tekanan. 

Hal itu dikatakan SBY yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam pidato politik dengan tema 'Indonesia 5 Tahun Ke Depan Yang Sudah Baik Lanjutkan Yang Belum Baik Perbaiki' di Hotel Avenzel, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu, 7 Februari 2024. 

SBY mengatakan, rakyat Indonesia berharap 5 tahun mendatang negara ini akan semakin baik. 

"Rakyat berharap, 5 tahun mendatang negaranya makin maju, makin damai, makin adil dan makin sejahtera," katanya.

SBY melanjutkan, rakyat Indonesia hidup mengalami tekanan dan kesulitan dalam 5 tahun terakhir yang diakibatkan Pandemi COVID-19 dan juga ekonomi melambat dan kesejahteraan menurun.

"Rakyat Indonesia merasakan, 5 tahun terakhir ini hidupnya mengalami tekanan dan kesulitan. Bukan hanya akibat pandemi COVID-19, tetapi juga karena ekonomi yang melambat dan tingkat kesejahteraan yang menurun," ujarnya.

SBY tegaskan rakyat menaruh harapan sangat besar kepada pemimpin bangsa yang baru juga wakilnya di DPR dan DPD.

"Tujuan akhirnya adalah taraf hidup rakyat makin baik, negara makin adil, demokrasi makin hidup, dan bangsa ini makin serius dalam mengatasi krisis lingkungan. Intinya, negara dan pemimpin Indonesia mendatang bisa membuat rakyat kita punya harapan dan keyakinan, bahwa hidupnya akan makin baik, Harapan dan keyakinan ini penting, agar rakyat kita, terlebih kaum yang kurang mampu, tidak cemas dan tidak gamang menghadapi masa depannya," ujarnya. 

SBY mengatakan, siapapun yang menang menjadi presiden dalam pemilu nanti harus menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab besar berada di pundaknya dan tidak menyia-nyiakan mandat dan kepercayaan rakyat.

"Kekuasaan politik yang didapatkan, bukanlah untuk dirayakan dan dipestakan. Kekuasaan itu amanah. Kekuasaan itu tugas. Kekuasaan itu hakikatnya tanggung jawab," ujarnya.

Sumber: viva