Rosan Bantah Pernyataan Connie: Dia yang Bilang 'Pak Prabowo Bisa saja Diracun', Bukan Saya

Rosan Bantah Pernyataan Connie: Dia yang Bilang 'Pak Prabowo Bisa saja Diracun', Bukan Saya

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, menanggapi tudingan pakar Hankam dan militer, Connie Rahakundini Bakrie, yang menyebut soal rencana kubu Paslon 02 jika memenangkan Pilpres 2024.

Connie mengatakan, Rosan pernah bilang jika Prabowo-Gibran terpilih, Prabowo hanya akan menjabat selama dua tahun. Setelah itu akan diganti oleh Gibran.

Terkait hal itu, Rosan membantah pernyataan Connie. Ia memastikan bahwa itu bukan pernyataannya.
Rosan bercerita, ia dan Connie sebelum Pilpres 2024 belum saling kenal. Ia lalu mendapat kabar Connie ingin menemuinya untuk bergabung ke tim Prabowo-Gibran.

"Ya, sebelumnya tidak pernah mengenal Ibu Connie, sebelumnya. Saya tidak pernah mengenal Bu Connie. Kemudian saya dikontak oleh ketua tim media Pak Prabowo bahwa Bu Connie ingin bertemu dengan saya, saya tanya untuk apa? Untuk dua hal. Satu ingin bergabung dengan tim Pak Prabowo dan Mas Gibran, dan juga ada aspirasi pribadi beliau," tutur Rosan saat konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Minggu (11/2).

Rosan mengatakan, saat itu terbuka untuk menerima Connie menjadi bagian dari timnya. Ia lalu bertemu dengan Connie pada akhir November di kantornya. Selain mereka berdua, terdapat dua orang lainnya, yakni satu orang yang dibawa Connie dan Ketua Tim Media Prabowo.

Dalam pertemuan itu Connie menyampaikan keinginannya mendukung Prabowo-Gibran. Ia juga meminta saran cara untuk bergabung karena selama ini menjelekkan Gibran.

"Beliau memang ingin bergabung kepada tim TKN. Pengin bergabung, tentunya saya menyambut baik, tapi beliau menyampaikan bahwa beliau ini bingung juga karena selama ini sudah menjelek-jelekan Mas Gibran terutama, Pak Jokowi, terutama Mas Gibran," kata Rosan.

Dalam pertemuan itu juga ada pernyataan Connie soal jabatan Prabowo yang hanya dua tahun. Rosan justru yang meminta Connie untuk tidak bicara seperti itu.

"Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya, beliau mengatakan 'Ini gimana kalau sudah 2 tahun, atau kalau tiba-tiba Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa aja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana', dia bilang begitu. Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya, udahlah, kita sih nggak ada pikiran seperti itu lah, jangan lah'," ungkap Rosan mengingat pembicaraannya dengan Connie.

Rosan berani memastikan hal itu sebab pertemuan itu tidak hanya antara dia dan Connie. Tap ada dua orang lainnya yang ikut menyaksikan.

"Ini pernyataan beliau, bukan pernyataan saya. Jadi saya kemudian apa, beliau menyampaikan seperti itu, dan alhamdulillahnya di meeting itu bukan hanya saya berdua, tapi ada 4 orang, ada 1 orang dibawa oleh Ibu Connie, 1 lagi Ketua Tim Media Pak Prabowo. Jadi itu bisa verifikasi pembicaraan itu," tutur Rosan.

Mantan Dubes AS itu menyayangkan Connie yang merupakan seorang akademisi justru menyebarkan hoaks. Apalagi video pernyataan tidak benar itu beredar secara masif di masa tenang ini.

"Saya sangat terkejut dan juga sedih juga. Karena ini datang dari Ibu Connie yang seorang akademisi, dan intelektual, yang mestinya tidak menyebarkan berita-berita yang tidak benar. Berita-berita kebohongan seperti itu," ujar Rosan.

Video Connie yang Beredar


Dalam video yang beredar di akun TikTok @masminto635, Connie membeberkan kronologi pertemuannya dengan Rosan yang berkaitan dengan rencana bergabung dengan kubu 02.

Awalnya, Connie bercerita soal dirinya kaget saat diminta Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, untuk bergabung dalam mendukung Paslon 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pasalnya, Rosan menyebut jika 02 memenangi Pilpres 2024, Prabowo hanya diberi kesempatan untuk menjabat selama dua tahun.

"Pak Rosan, kenapa saya mesti gabung 02. Saya ini akademisi, saya ada di mana-mana. Toh saya bantu Pak Prabowo minta apa, nih untuk bikin roadmap pertahanan kalau jadi presiden, saya di tim itu, Pak, oke," ujarnya dikutip dari video tersebut, Minggu (11/2).

"Sebelum saya bilang apa dulu, saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama?” lanjut Connie.

Connie pun membeberkan pernyataan Rosan yang menjelaskan rencana kubunya jika berhasil memenangkan Pilpres 2024 ini.

"Ini menyampaikan Pak Rosan, loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun, tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran,” beber Connie menyampaikan pernyataan Rosan.

Mendengar pernyataan tersebut, Connie mengaku sangat terkejut. Menurutnya, dengan kondisi tersebut, ada kemungkinan Prabowo digunakan Jokowi menjadi alat politik untuk tetap dapat berkuasa.

"Pertanyaan gue bodoh aja, nih, lu yakin Prabowo dibiarkan hidup oleh Jokowi dua tahun? Kalau saya jadi Gibran atau Pak Jokowi, saya matiin [Prabowo] besok," katanya.

"Kalau dia [Jokowi] bisa mengkhianati Ibu Megawati Soekarnoputri dengan segala perjuangan yang menjadikan dia ada di Istana sampai dua kali, ada jadi Gubernur Jakarta, ada jadi wali kota, apa bedanya dia bisa bunuh Pak Prabowo di tengah jalan?” tutur Connie.

Dengan pernyataan tersebut, Connie pun menyatakan enggan bergabung dengan kubu 02.

"Makanya statement saya, kan, jadi kuat. Bahwa Pak Prabowo itu digunakan, bahwa Gibran itu memberatkan. Itu kan bahasa-bahasa saya, dan saya of course saya bilang sama Pak Rosan, saya enggak mungkin ada di sana [TKN],” ujarnya.

Sumber: kumparan