Respons Ganjar Disamakan Seperti 'Alat Kelamin Pria': Ini Artis Korea yang Mana?

Respons Ganjar Disamakan Seperti 'Alat Kelamin Pria': Ini Artis Korea yang Mana?

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo baru-baru ini merespons netizen yang menyentil namanya di sosial media TikTok. 

Ganjar tampak mengunggah sebuah tangkapan layar kolom komentar TikTok seorang netizen di akun X atau Twitter pribadinya. 

Dalam tangkapan layar tersebut terlihat foto Ganjar selepas debat pamungkas Pilpres 2024 sedang tersenyum ke arah kamera.

 Terlihat komentar salah satu akun yang disinyalir menyamakan Ganjar dengan alat kelamin pria yang diplesetkan layaknya nama orang Korea. 

"Ganjar ke KW*N-TH*L," tulis salah satu netizen, dikutip tim tvOnenews pada Kamis (8/2/2024). 

Komentar tersebut pun mendapatkan tanggapan santai dari pasangan Mahfud MD itu. "Ini artis Korea yg mana ya?" tanya Ganjar ditambahi emoji tertawa. 

Sontak unggahan Ganjar itu mendapatkan komentar dari netizen. Banyak yang menyayangkan umpatan kasar tersebut. "Netijen tiktok gitu pa butuh sekolah gratis," tulis netizen. "Wahh bahaya pak,, ciduk gak sieee wkwkwk," tulis lainnya. 

"Saya bangga mendukung bapak. Pemimpin yang menjunjung tinggi etika dan moral maka pendukungnya akan baik, begitu pula sebaliknya. Sabar ya pak," tulis netizen. "Penyakit iri hati tu emang susah sembuhnya," tulis lainnya. "Kan emg org tiktok adabnya 00000000," tulis netizen.

 Ganjar Sindir 3 Jenderal Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo emosi dengan sikap tiga jenderal Purnawirawan yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

Ketiga jenderal tersebut adalah Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, dan Agum Gumelar.  Ganjar geram karena yang dulu mengkritik Prabowo justru kini mendukungnya di Pilpres 2024. 

Atas hal tersebut, Ganjar menyebut Luhut, Wiranto dan Agum sebagai sosok yang mencla-mencle. 

Hal itu diucapkan Ganjar saat menghadiri deklarasi dukungan PP Polri di Jawa Teganh  "Sebagai patriot sejati saya tidak diajari untuk mencla-mencle. 

Ini kalau gini, darah saya mendidih," kata Ganjar di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip Kamis (8/2/2024). Dalam pidatonya, Ganjar tampak menyinggung pernyataan salah satu jenderal tersebut tentang pemecatan Prabowo. 

Bahkan Ganjar menyebut, kala itu sang jenderal menyebut hanya TNI bodoh yang memilih Prabowo. 

"Bahkan satu lagi mengatakan 'hey pensiunan TNI, Anda bodoh kalau milih orang yang kita pecat'. Dan tiga-tiganya, orang yang ngomong itu sekarang berada pada kubu di sana," ungkap Ganjar. Ia menyebut selalu diajarkan menjadi orang yang konsisten sebagai anak dari polisi. 

"Hai orang-orang tua kami, adakah omonganmu bisa kami percaya dari generasi muda ini?. Hai orang tua kami, kami tidak mau anak cucu kami, cicit kami kelak akan mencatat sejarah orangtuanya, kakeknya mencla mencle hanya karena apa? Jabatan. 

Hanya karena apa? Uang," ucap Ganjar. Respons Luhut Menko Marves, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan ngamuk namanya disinggung oleh calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo. 

Dalam pidatonya di acara deklarasi keluarga purnawirawan di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2024), Ganjar menyinggung nama Luhut, Wiranto hingga Agum Gumelar. 

Ia menyebut ketiga sosok tersebut mencla-mencle karena mendukung Prabowo Subinato. Padahal menurutnya dahulu mereka mengkritik tegas capres nomor urut 2 itu. Menanggapi pernyataan Ganjar, Luhut tampak ngamuk dan berbalik mengatai capres dari PDIP itu.

 "Gak ada mencla-mencle. Yang mencla-mencle, dia itu," kata Luhut. Bahkan Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mengatakan pernyataan Ganjar itu tidak sesuai dengan Luhut. 

"Kami ingin menegaskan bahwa bukan sifat Menko Luhut untuk mencla-mencle," ungkap Jodi kepada awak media. Jodi membeberkan alasan Luhut memilih Prabowo kini karena progran Jokowi yang akan terus dilanjutkan jika Prabowo-Gibran terpilih. 

"Pilihan Pak Menko Luhut karena keinginan untuk melihat keberlanjutan dan penyempurnaan berbagai program dan inisiatif pemerintah saat ini," kata Jodi.

 "Termasuk upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, dan pembangunan infrastruktur yang merata. 

Serta program penguatan digitalisasi untuk memperkuat pencegahan korupsi," sambungnya. Jodi juga menyinggung soal pembangunan desa hingga pencegahan kasus korupsi yang digaungkan oleh Prabowo.

 "Pembangunan pedesaan untuk pemberdayaan masyarakat, jaminan kesehatan gratis yang memastikan akses bagi semua lapisan masyarakat, serta pencegahan korupsi yang diperkuat melalui digitalisasi sistem pengadaan, seperti pengimplementasian e-catalogue, simbara dan lain-lain," jelas Jodi

Sumber: tvOne