Kubu Ganjar-Mahfud dan AMIN Menyadari Akan Ada Upaya Pemaksaan Satu Putaran

Kubu Ganjar-Mahfud dan AMIN Menyadari Akan Ada Upaya Pemaksaan Satu Putaran

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Jurnalis senior Hersubeno Arief mengklaim kubu paslon nomor urut tiga dari PDIP Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan kubu paslon nomor urut satu dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menyadari akan ada upaya pemaksaan satu putaran di Pilpres 2024.

Pasalnya belakangan ini narasi satu putaran untuk memenangkan paslon nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masif digelontorkan, bahkan banyak lembaga survei yang menempatkan elektabilitas keduanya di atas 50 persen, jauh dari Ganjar-Mahfud dan AMIN.

"Saya kira kubu PDIP Ganjar-Mahfud dan kubunya Anies menyadari betul ini bahwa akan ada upaya pemaksaan untuk satu putaran, karena kita sendiri yang tentu saja dengan melihat bagaimana narasi satu putara yang digelontorkan oleh lembaga-lembaga survei," ungkapnya.

"Kan ini kan dalam sepekan terakhir ini kan banyak sekali lembaga survei yang menggelontorkan isu bahwa sudah di atas 50% gitu, walaupun kita tahu itu angkanya itu bukan seperti itu," sambung pria yang akrab disapa Hersu itu, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (13/2).

Sementara diketahui, pada survei terbaru Populi Center, ditemukan bahwa elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran unggul telak dibanding dua kompetitornya, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran memungkinkan pasangan ini memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Survei nasional yang dilaksanakan pada 27 Januari hingga 3 Februari 2024 itu menemukan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 52,5 persen. Adapun salah satu syarat pilpres digelar satu putaran adalah pasangan calon meraih 50 persen plus satu suara dari total suara.

Survei yang diklaim dibiayai menggunakan dana internal itu menemukan elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin sebesar 22,1 persen. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD elektabilitasnya 16,9 persen.

"Adapun yang belum memutuskan (pilihan) sebesar 6,3 persen dan menolak menjawab sebesar 2,2 persen," kata Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona lewat siaran persnya, Rabu (7/2/2024) dikutip dari Republika.

Survei Populi Center ini dilakukan lewat wawancara tatap muka terhadap 1.500 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Responden dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling). 

Toleransi kesalahan atau margin of error survei ini kurang lebih 2,53 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. "Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal," kata Afrimadona.

Sumber: populis.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita