Gak Sepakat dengan Hadist Nabi, Ustadz Ini Sebut Sogok Menyogok Itu Tidak Berdosa
logo
arrow-down-drop-circle

13 Februari 2024

Gak Sepakat dengan Hadist Nabi, Ustadz Ini Sebut Sogok Menyogok Itu Tidak Berdosa

Gak Sepakat dengan Hadist Nabi, Ustadz Ini Sebut Sogok Menyogok Itu Tidak Berdosa


GELORA.CO -  Jelang pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) di tanggal 14 Februari 2024 besok tentunya rawan dengan politik uang atau dikenal dengan serangan fajar.

Serangan Fajar ini dilakukan untuk menyogok Masyarakat agar memilih calon sesuai arahan dari pemberi sogokan dalam bentuk uang dan lain-lain.

Aksi tersebut tentunya sangat diwaspadai dan merupakan bentuk kecurangan di dalam Pemilu 2024.

Hukumannya juga tidak main-main, berdasarkan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, dengan sanksi pidana berupa kurungan penjara selama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Hukum Suap dalam Islam


Dalam Islam, sogok menyogok sangat dibenci oleh Allah SWT, ketika diancam oleh laknat Allah, berarti hidup seseorang akan jauh dari rahmat dan berkah-Nya. 

Beragam persoalan selalu melilitnya. Bencana dan malapetaka datang silih-berganti, tanpa henti.

Suap merupakan “penyakit” yang berbahaya. Sebab, ia merusak akhlak individu dan sosial serta menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suap akan menghilangkan kepercayaan, kejujuran, dan sikap amanah. Suap akan menyebarkan prasangka buruk, memutus silaturahim.

Serta menghilangkan hak-hak orang lain. Sementara di lingkungan kerja, suap-menyuap hanya akan merusak profesionalisme.

Hukum Sogok Menyogok tidak berdosa


Dalam hukum agama Islam, politik uang dan sogok menyogok pun sangat dilarang, dan hukumannya langsung masuk neraka.

Namun seorang ustadz asal Bugis, Muhammad Yusuf dalam ceramahnya mengatakan, hukum sogok menyogok itu tidak berdosa.

“Tidak ada dosanya orang yang menerima sogok dan disogok, saya sudah kaji di dalam agama. Orang yang disogok dan menyogok itu tidak berdosa, gak ada,” ujar Ustadz Muhammad Yusuf dalam ceramahnya pada bulan September 2023 di Sidrap, Sulawesi Selatan.

“Makanya kalau ada ustad mengatakan berdosa itu sampai hari ini saya gak sepakat, dan saya siap pertanggung jawabkan,” tambahnya.

Namun jangan salah paham, ustadz Muhammad Yusuf pun menjelaskan bahwa tidak berdosa bukan berarti diperbolehkan, tapi justru akan ada hukuman yang lebih besar, yaitu masuk neraka.

“Yang hadist itu cuma mengatakan Al Rasi Wal Mutasi Pinar, orang yang disogok dan menyogok itu sama-sama masuk neraka, itu gak berdosa pak, iya,” tegasnya dengan nada sarkas.

“Betul! Kan hadisnya mengatakan Al rasi wal mutase pinar, yang disogok dan menyogok keduanya masuk neraka, kan gak disebut berdosa,” jelasnya.

“Kalau berdosa itu bisa bertobat, makanya dipakai kalimat neraka, karena itu ancaman yang paling besar, kalau dia mengatakan berdosa bosa saja shalat sunnah taubat,” imbuhnya.

“Makanya Allah itu sangat membenci, karena memang dia tidak inginkan, jangan gara-gara itu hati nuranimu beralih,” terangnya.

“Malah ada yang parah, ambil sogokannya, tapi jangan dicoblos, itu orang yang munafik,” tukasnya.

Hadist Soal Suap dalam Islam


Seperti diketahui, jauh sebelumnya Rasulullah Muhammad saw telah mengingatkan umat Islam untuk menghindari perbuatan sogok menyogok dalam menjalani kehidupan ini, sesuai hadist Rasulullah yang diriwayatkan Thabrani.

“Penyuap dan orang yang disuap dimasukkan ke dalam neraka,” (HR. Thabrani).

Selain itu, Islam mengharamkan tindakan suap-menyuap. Bahkan, pihak-pihak yang terlibat mendapatkan laknat Allah SWT.

“Allah melaknat penyuap dan yang disuap dalam urusan hukum,” (HR Tirmidzi).

Sumber: disway