Ini Pesan Terakhir Rizal Ramli Sebelum Wafat, Mulai dari Jatuhnya Jokowi hingga Kondisi Rakyat

Ini Pesan Terakhir Rizal Ramli Sebelum Wafat, Mulai dari Jatuhnya Jokowi hingga Kondisi Rakyat

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Aktivis Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari) Hariman Siregar memberikan kesaksian atas kiprah mendiang Rizal Ramli saat pemakaman begawan ekonomi itu di TPU Jeruk Purut, Kamis (4/1/2024).

Hariman mewakili kerabat, sekaligus sebagai sahabat Rizal Ramli mengutip pesan terakhir yang disampaikan Rizal Ramli sebelum wafat.

"Jadi saya mau ingatkan lagi karena diminta keluarga menyambut bahwa pesan Rizal terakhir itu kalau bisa Jokowi ini jatuh lah sebelum Pemilu," kata Hariman di TPU Jeruk Purut, Kamis (4/1/2024).

Menurut Hariman, dirinya harus menyampaikan apa yang disampaikan sahabatnya itu di pengujung hidupnya.

"Itu saya mesti katakan karena itu sebenarnya gitu," kata Hariman.

Kemudian, Hariman pun menyinggung testimoni putri Rizal Ramli, Dhitta Puti yang menceritakan pesan terakhir dari sahabat Rizal Ramli beberapa jam sebelum begawan ekonomi itu wafat.

Dimana sahabat Rizal Ramli mengatakan bahwa Indonesia akan baik-baik saja karena rakyatnya itu kuat.

"Kita lihat juga kemarin itu datang juga yang kita maki-maki. Jadi saya kira itulah Indonesia," kata Hariman.
 
Dalam kesempatan itu, Hariman mengaku telah mengenal Rizal Ramli sejak muda.

Pada tahun 1977, Hariman Siregar yang kala itu baru keluar dari penjara akibat peristiwa Malari diajak Rizal Ramli untuk menghadiri aksi yang melawan Orde Baru.

"Itu Tahun 1977 menjelang Pemilu 78 dimana Soeharto ingin maju lagi dan dia (Soeharto) waktu itu memaksa DPRD untuk mendukung.

Saat itu saya baru keluar dari penjara akibat peristiwa Malari, saya bilang begini kalau kalian bisa membuat statement tidak mendukung Soeharto saya datang," kata Hariman.

Akibat peristiwa itu, kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan almamater tempat Rizal Ramli menempuh kuliah diserbu oleh rezim Orde Baru.

Saat itu, Rizal Ramli menjadi tahanan politik.

"Rizal tidak pernah cengeng sampai Soeharto turun tahun 1998," kenang Hariman.

Memasuki masa Reformasi, Rizal Ramli kemudian diangkat sebagai menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Rizal Ramli kembali masuk kabinet dalam kabinet periode pertama Joko Widodo meski kemudian diganti.

Selama itu pula, Hariman tak melihat adanya perbedaan akan sikap kritis Rizal Ramli.

"Rizal tidak pernah cengeng dan menganggap jabatan itu penting.

Yang (penting) bagi dia demokrasi kebenaran, keadilan itu nomor satu," kata Hariman.

Kini, Hariman menegaskan akan meneruskan cita-cita yang dimiliki Rizal Ramli.

Hariman menyebut, banyak tulisan dan naskah milik Rizal Ramli yang belum tuntas.

Dia berencana untuk menyelesaikannya bersama-sama dengan beberapa rekan.

"Kita harus teruskan cita-cita Rizal. Banyak sekali tulisan-tulisan, naskah-naskah yang tadi disebut belum jadi nanti kita akan bersama-sama meneruskannya," ucap Hariman.

Sumber: wartakota
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita