Faisal Basri Ungkap Kebohongan Jokowi Terkait Utang! Indonesia Berada di Ambang Kegagalan Ekonomi

Faisal Basri Ungkap Kebohongan Jokowi Terkait Utang! Indonesia Berada di Ambang Kegagalan Ekonomi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, ekonom Faisal Basri mengkritik keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal utang negara. 

Faisal menilai bahwa Jokowi telah melakukan kebohongan publik terkait utang negara.

Faisal menjelaskan bahwa utang negara Indonesia saat ini telah mencapai Rp 8.000 triliun, atau setara dengan 40% dari produk domestik bruto (PDB). 

Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Jokowi sebelumnya mengklaim bahwa utang negara Indonesia masih terkendali. Namun, Faisal membantah klaim tersebut. 

Ia mengatakan bahwa utang negara Indonesia sudah tidak bisa dibayar, bahkan dengan bunganya.

Faisal juga mengkritik kebijakan Jokowi yang menyebabkan utang negara membengkak.

Ia menilai bahwa Jokowi terlalu boros dalam belanja negara, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur yang tidak produktif.

"Pemerintahan Jokowi ini sangat boros. Belanja negara tidak turun, tapi penerimaan pajak justru turun. Akibatnya, utang negara terpaksa ditambah," kata Faisal.

Faisal juga menyoroti penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era Jokowi. 

Ia mengatakan bahwa kemampuan matematika, sains, dan membaca masyarakat Indonesia kini lebih rendah dari negara-negara tetangga.

"Angka harapan hidup masyarakat Indonesia juga turun. Ini menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi tidak serius dalam membangun manusia Indonesia," kata Faisal.

Faisal menilai bahwa Indonesia kini terancam menjadi negara gagal.

Ia meminta para calon presiden (capres) untuk menyampaikan solusi konkret untuk mengatasi masalah utang negara dan pembangunan SDM.

"Capres-capres harus menyampaikan secara lugas bahwa yang mereka lakukan adalah transformasi total. Kalau tidak, Indonesia akan menjadi negara gagal," kata Faisal.

Sumber: viva
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita