TKN Prabowo Ancam Laporkan Balik KPU ke DKPP Jika Tegur Gibran Soal Kompori Pendukung

TKN Prabowo Ancam Laporkan Balik KPU ke DKPP Jika Tegur Gibran Soal Kompori Pendukung

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan kembali menegur calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, melalui timnya karena lagi-lagi kedapatan memprovokasi atau mengompori pendukungnya dalam acara debat cawapres, Jumat (22/12/2023).

Sebelumnya Gibran sudah ditegur KPU karena melakukan gestur memprovokasi pendukungnya saat debat perdana capres, Selasa (12/12/2023).

Terkait rencana teguran kedua dari KPU kepada Gibran, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman, justru mengancam akan melaporkan komisioner KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) jika berani menegur cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka terkait gesturnya yang dianggap memprovokasi pendukung, saat debat cawapres di JCC, Senayan, Jumat malam.

"Kenapa penonton diundang? Tentu kan karena ada apa yang diinginkan adanya interaksi. Kalau KPU menegur, saya akan laporkan KPU ke DKPP ya, karena gak ada urusannya itu," kata Habiburokhman dalam tayangan di Metro TV, Sabtu (23/12/2023) malam.

Menurut Habiburokhman apa yang dilakukan Gibran adalah wajar dan gimik dalam sebuah kontestasi, untuk memacu semangat.

"Gimik wajar, namanya kontestasi, iya kan. Saling bersemangat, memberikan semangat gitu. Jadi kalau sampai ada teguran, KPU siap-siap saya DKPP kan," ancam Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman soal aturan Pemilu dirinya sangat paham akan hal itu dan mengklaim ia adalah ahlinya.

"Ini ahlinya hukum pemilu. Habiburokhman ini dari 2009, 2014, 2019, 2024, banyak sekali mengantarkan komisioner-komisioner KPU bermasalah ke DKPP," katanya.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menyinggung kedewasaan para calon wakil presiden dalam agenda debat.

Pasalnya, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan tindakan provokasi kepada pendukungnya saat debat cawapres, Jumat malam.

Hasyim menilai cawapres sebagai sosok yang sudah dewasa telah menyepakati sejumlah aturan selama berlangsungnya debat.

Hasyim menambahkan semua peserta debat seharusnya telah berkomitmen untuk menjaga ketertiban selama jalannya debat

Karenanya KPU berjanji akan kembali menegur Gibran.

Teguran akan dilayangkan ke TKN Prabowo-Gibran.

Mereka, kata Hasyim akan diundang dalam agenda evaluasi jalannya debat kedua.

"Nanti kita ingatkan lagi, kita tegur lagi, pada evaluasi hasil debat yang kedua ini," ujarnya, Jumat.

Cawapres Gibran diketahui kembali melakukan gerakan yang memicu kerusuhan dari pendukungnya dalam acara debat di JCC, Jumat (22/12/2023).

Gibran terlihat mengayunkan-ayunkan tangan seperti memberikan semangat kepada pendukungnya setelah selesai memberikan tanggapan perihal IKN.

Gestur serupa dilakukan Gibran di debat perdana capres Selasa (12/12/2023).

Pada saat itu Gibran sampai bangkit dari duduk mengajak penonton debat ikut bersorak menyemangati Prabowo.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menjelaskan soal ini adalah karena ada calon yang melanggar kesepakatan dalam debat.

Hasyim menepis niatan untuk memberikan konsekuensi.

"Sebetulnya ini kan komitmen ya, komitmen antar calon dan kami menganggap masing-masing calon kan orang yang secara politik sudah dewasa semua tentang apa yang sudah disepakati itu," jelasnya.

Dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center, Jumat (22/12/2023) Gibran menunjukkan gestur yang mirip saat debat perdana capres beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, dalam debat capres, Gibran berdiri dari tempat duduknya saat Prabowo merespons pertanyaan Anies Baswedan, soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan usia capres dan cawapres di bawah 40 tahun.

Gibran terlihat berdiri menggerakkan kedua tangannya dari bawah ke atas.

Gerakan itu Gibran arahkan ke para pendukungnya.

Setelah itu, para pendukungnya pun semakin bersorak atas aksi Gibran.

"Ini yang enggak boleh dan kita tegur," kata Hasyim Asy'ari, Rabu (13/12/2023).

"Saat evaluasi dan rapat persiapan debat selanjutnya kita sampaikan," sambungnya.

Ketika itu, Gibran pun mengaku siap menerima teguran dari KPU RI.

"Semua teguran, evaluasi kami terima," ungkap Gibran di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2023).

Gibran juga menyampaikan permintaan maaf terkait sikapnya yang berlebihan dalam debat capres tersebut.

"Saya mohon maaf sebelumnya," lanjut Wali Kota Solo itu.

Sebagai informasi, teguran itu disampaikan KPU RI melalui rapat evaluasi debat perdana bersama tim pasangan calon peserta pemilu yang berlangsung di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis (14/12/2023).

Terbaru, tepat saat segmen dua debat cawapres selesai, Gibran mengarahkan diri ke para pendukungnya sambil mengangkat kedua tangannya.

Gestur itu tampak seperti gerakan Gibran yang dirasa memprovokasi pada saat debat perdana capres.

Gerakan Gibran tersebut disambut riuh para pendukungnya.

Sumber: tribunnews.