Soal Tungku Smelter Meledak, Mahfud MD: Pemerintah Jangan Gila Investasi Tapi Korbankan Rakyat

Soal Tungku Smelter Meledak, Mahfud MD: Pemerintah Jangan Gila Investasi Tapi Korbankan Rakyat

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD meminta agar pemerintah Indonesia tegas dalam mengatur operasional perusahaan.

Hal tersebut diungkap Mahfud menyoroti soal ledakan yang terjadi di Smelter pabrik PT ITSS (Indonesia Tsingshan Stainless Steel) dalam Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Pemerintah harus tegas, jangan tergila-gila pada investasi, tapi warganya sendiri menjadi korban. Karena setiap investasi dan pembangunan tuh ya untuk warga negara," ujar Mahfud kepada wartawan di Sukabumi, Rabu (27/12/2023).

"Kalau investasi besar-besaran, tapi warga negaranya enggak terlindungi keselamatannya, itu tidak boleh terjadi," sambungnya.


"Dan pemerintah harus tegas bahwa yang beroperasi di negara Republik Indonesia ini harus sesuai dengan aturan-aturan dan harus menjamin keamanan. Kan ini sudah beberapa kali terjadi, kalau kita mau masuk, penuh dengan alasan ini, aturan ini itu dan sebagainya," kata Mahfud.

Ia pun mendapat kabar bahwa pihak perusahaan sudah menyatakan memberhentikan sementara operasional perusahaan tersebut.

Maka, Mahfud meminta pemerintah tegas menyikapi hal itu agar tak terjadi lagi kecelakaan serupa di bidang pekerjaan lain.

"Warga negaranya sendiri jadi korban, pemerintah harus tegas. Nah, sekarang yang saya dengar, pejabat yang punya otoritas untuk itu sudah menyatakan itu berhenti operasional sementara," pungkasnya.

Sebagai informasi, korban tewas karena ledakan hebat tungku smelter di kawasan PT Indonesia Morowali  Industrial Park (IMIP) Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) bertambah. Korban jiwa dari tragedi mengerikan itu kini sudah menelan 19 orang.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienartono mengatakan, total korban ledakan maut itu berjumlah 59 orang. Kemudian, yang jalani perawatan medis karena alami luka-luka saat ini ada 40 orang.

"Total ada 59 orang. Yang meninggal 8 orang TKA, dan terupdate ada 11 TKI," kata Kombes Djoko saat dikonfirmasi, pada Rabu 27 Desember 2023.

Sementara, Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan sebelumnya sudah merilis update korban jiwa akibat insiden tersebut. Kata dia, pihaknya di PT IMIP dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) sudah memulangkan jenazah para korban yang tewas dalam ledakan tersebut. Menurutnya, ada 18 orang yang sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Korban meninggal dunia telah diberangkatkan ke rumah keluarga mereka masing-masing, dan khusus untuk tenaga kerja asing," jelas Djoko.

Dia mengaku juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemberangkatan jenazah pekerja asing ke Cina.

"Kami telah berkoordinasi dengan instansi yang berwenang dalam pemberangkatan jenazah para korban ke Makassar, sebelum diterbangkan ke Tiongkok," ujar Dedy.

Selain memulangkan jenazah korban tewas, pihaknya di PT IMIP juga akan berikan santunan sebesar Rp600 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia atas ledakan smelter tersebut.

Sumber: tvOne
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita