Rocky Gerung Blak-blakan Cak Imin dan Mahfud MD Berpikir Feodalisme Hingga 'Kalah' Debat dari Gibran

Rocky Gerung Blak-blakan Cak Imin dan Mahfud MD Berpikir Feodalisme Hingga 'Kalah' Debat dari Gibran

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pada debat cawapres, Gibran Rakabuming Raka dinilai bisa tampil baik hingga bisa mengimbangi bahkan mengalahkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Mahfud MD.

Padahal sebelumnya banyak yang mempredikis Gibran bakal 'dihabisi' Cak Imin dan Mahfud pada momen debat cawapres yang berlangsung, Jumat (22/12/2023) malam.

Tapi pada saat debat cawapres berlangsung, Gibran mampu keluar dari tekanan bahkan terkesan lebih offensif dibandingkan Cak Imin dan Mahfud MD.

Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai ada yang menyandera Cak Imin dan Mahfud MD hingga berhati-hati dalam menyampaikan respon kala berdebat dengan Gibran Rakabuming.

Salah satunya yang disoroti Rocky Gerung yakni sikap Cak Imin dan Mahfud MD yang mempertahankan budaya feodalisme.

Sebelumnya, Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tampil percaya diri dalam debat cawapres.

Selain sikapnya yang tenang dan sesekali berapi-api, Gibran Rakabuming juga menarik perhatian lantaran dalam berbagai kesempatan mengucapkan sejumlah kata dan istilah asing yang tak lazim didengan khalayak.

Bahkan istilah asing ini juga digunakan Gibran Rakabuming dalam bentuk akronim untuk sebagai bahan pertanyaan ke cawapres lainnya, Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

Tak pelak, kata-kata tersebutlah yang menjadi senjata Gibran pada debat cawapres perdana ini.

Hal itu terlihat kala ia mencebut kata SGIE misalnya yang menjadi bahan pertanyaan Gibran kepada Muhaimin Iskandar yang tak bisa dijawab.

Awalnya, Gibran menanyakan kepada Cak Imin soal bagaimana langkah untuk menaikkan peringkat State of the Global Islamic Economy (SGIE).

"Baik terima kasih karena Gus Muhaimin ini adalah ketua ketua umum dari PKB, saya yakin sekaligus Muhaimin paham sekali untuk masalah ini, bagaimana langkah untuk menaikkan peringkat Indonesia di SGIE," kata Gibran.

Ketika moderator memberi ruang untuk menjawab pertanyaan Gibran, Cak Imin blak-blakan ngaku tak paham.

Advertisement by
Cak Imin mengakui bahwa dirinya tidak memahami sama sekali pertanyaan Gibran.

"Saya tak paham sama sekali, saya tidak pernah dengar ini SGIE," jawab Cak Imin sembari meminta kepada Gibran untuk menjelaskan.

"SGIE itu adalah State of Global Islamic economy, misalnya sekarang yang sudah masuk peringkat 10 besar adalah makanan halal kita Skin Care halal, fashion kita. nah itu yang saya maksud Gus Muhaimin," jawab Gibran.

Cawapres pendamping Prabowo Subianto itu pun mengucapkan permohonan maaf atas pertanyaannya yang dianggap sulit dijawab Muhaimin Iskandar.

"Mohon maaf kalau pertanyaannya agak sulit ya Gus terima kasih," tandas Gibran.

Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka, memberikan pertanyaan tajam terhadap calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD.

Pertanyaan itu terkait regulasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Kendati Mahfud MD telah menjawab, tetapi Gibran merasa jawaban itu sama sekali tak nyambung.

"Pertanyaan saya belum dijawab sama sekali Pak Mahfud, Apa regulasinya pak untuk Carbon Capture and Storage?," kata Gibran sambil memandang wajah Mahfud.

"Simpel sekali pak pertanyaan saya pak mohon dijawab pak dijawab sesuai pertanyaan yang saya tanyakan pak nggak perlu ngambang kemana-mana pak," demikian sampaikan Gibran dalam debat cawapres terkait isu ekonomi di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023) malam.

Mendapatkan kesempatan, Mahfud MD lantas menjelaskan.

"Menurut peraturan yang sekarang ada di dalam akademik itu nanti dimulai bersama lalu dibahas gitu rame-ramanya itulah yang akan menentukan bagaimana prosedur," kata Mahfud.

Kemudian, lanjut Mahfud, bagaimana sebenarnya materi-materi yang diperlukan untuk itu, apakah ini sudah ada yang ngatur.

"Cuma namanya berbeda atau tidak. Nah itu semua kalau anda tanya, Gimana sih cara membuat peraturannya gampang sesederhana itu adalah kalau anda ditanyakan hal baru jadi kita diskusikan Nah itu sebuah prosedur karena anda bicara membuat hukum," ungkapnya.

Respon Rocky Gerung

Rocky Gerung menilai jika debat Cawapres kali ini justru diumpamakan seperti sosok dua kusir dokar disebuah istan yang justru hendak melawan sang pangerannya.

 "Yaitu bahwa ini ada dua kusir dokarnya istana mau ngelawan pangeran bocil kan ga bisa tuh," ungkap Rocky Gerung dikutip Hops.ID melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Sabtu, 23 Desember 2023.

Hal tersebut dikarenakan penilaian terkait Cak Imin ataupun Mahfud MD yang seolah tidak memiliki keberanian melawan sosok Gibran yang diketahui merupakan anak seorang Presiden Jokowi yang masih memimpin hingga saat ini.

Tidak tanggung tanggung bahkan Rocky Gerung menyebut bentuk feodalisme masih kental di Indonesia saat ini, terlihat dari debat Cawapres yang berlangsung kemarin.

"Secara mental Cak Imin dan Pak Mahfud gak mungkin menyampaikan satu pikiran yang sifatnya kritikan abis abisan pada pak Jokowi karena yang di depan dia itu anak raja, itu juga gak yang perlu kita kritik bahwa feodalisme masih ada di Indonesia," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa baik Cak Imin maupun Mahfud sebetulnya justru hanya sekedar ingin terlihat kritis pada saat debat Cawapres itu.

Padahal menurutnya seharusnya sejak awal keduanya sudah bisa menebak terkait hal-hal yang akan diutarakan oleh Gibran, namun yang terjadi justru sebaliknya.

"Saudara Gibran walaupun kita tahu dia berupaya untuk menghafal karena terlihat pada gesturenya tapikan publik hanya melihat kalaupun dia menghafal itu harusnya bisa ditebak lebih cepat oleh Mahfud dan Cak Imin, jadi seolah olah gada persiapan di tim-nya Cak Imin dan Pak Mahfud," ujar Rocky Gerung.

Sehingga Rocky Gerung menyimpulkan pada debat Cawapres tersebut memperlihatkan bahwa sosok Gibran justru yang dapat menguasai panggung terlepas dari menghapal teks atau lain sebagainya.(*)

Sumber: tribunnews.