Prabowo Kembali Singgung Nama Jokowi saat Kampanye di Bandung, Terang-terangan Ingin Tiru Sikapnya

Prabowo Kembali Singgung Nama Jokowi saat Kampanye di Bandung, Terang-terangan Ingin Tiru Sikapnya

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto kembali menyinggung nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkampanye.

Teranyar, Prabowo mengatakan salah satu keberhasilan dari Presiden Jokowi adalah berhasil menjaga perdamaian Indonesia.

Menurut Prabowo, perdamaian sendiri membutuhkan keihlasan dari seorang pemimpin.


Hal ini dikatakannya saat hadir pada deklarasi dukungan relawan Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air (Gempita) untuk pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Grand Sudirman Ballroom, Bandung, Rabu (27/12/2023).



"Tim kita, Koalisi Indonesia Maju (KIM) ingin melanjutkan pembangunan bangsa yang sudah dirintis presiden Jokowi dan presiden-presiden sebelumnya. Harus kita akui pemerintah yang dipimpin Jokowi berhasil untuk membela rakyat Indonesia, membawa kemajuan dan menjaga perdamaian di Indonesia," kata Prabowo.


Ia pun mengingatkan bahwa jangan pernah sekali-kali menganggap perdamaian hadiah dari langit, perdamaian seperti buah duren yang jatuh dari pohon, tidak. Perdamaian sulit. Harus diupayakan.

"Butuh jiwa besar, butuh kesabaran, butuh keikhlasan, perdamaian butuh kejujuran, butuh iktikad baik dan presiden Jokowi harus diakui ini periode ke dua beliau, selama beliau memimpin hanya orang yang buta hati yang tidak mau mengakui apa yang sudah dirintis. Saya, saudara tahu, dua kali pemilu saya bertanding melawan Pak Jokowi, dua kali kalah, tapi Beliau mengajak saya bersatu untuk bersama-sama berbakti dan mengabdi kepada rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Lanjutnya hal ini pun menjadi pelajaran dan ini juga tekadnya bahwa demi rakyat Indonesia, demi bangsa, bilamana Insyaallah menerima mandat akan mengajak semua kekuatan berbakti pada rakyat Indonesia.

"Yang mau tetap beroposisi kita butuh juga tidak ada masalah, tapi oposisi yang harus cinta tanah air, bersama-sama mengoreksi, cinta bangsa rakyat Indonesia, itu tujuan kita," kata Prabowo.

Prabowo akan Ajak Lawan Bersatu Bila Menang

Prabowo Subianto mengatakan akan mengajak semua pihak untuk bersatu membangun bangsa dan negara jika dia terpilih menjadi presiden ke-8 di Pilpres 2024 mendatang.

"Saya, saudara tahu, dua kali pemilu saya bertanding melawan Pak Jokowi, dua kali kalah, tapi, yang terakhir begitu beliau menang, apa tindakan beliau? Beliau mengajak saya bersatu, beliau menjadikan pesaing beliau, lawan tanding beliau ajak bersatu untuk bersama-sama berbakti dan mengabdi kepada rakyat Indonesia," kata Prabowo.

"Ini pelajaran dan ini juga tekad saya, tekad ini demi rakyat Indonesia, demi bangsa Indonesia, bilamana Insyaallah kita menerima mandat dari rakyat kita akan mengajak semua kekuatan berbakti pada rakyat Indonesia. Yang mau tetap beroposisi kita butuh juga tidak ada masalah tapi oposisi yang cinta tanah air bersama-sama mengoreksi, cinta bangsa rakyat Indonesia. Ini tujuan kita dan ini fokus kita," tegas Prabowo.


Kunci Keberhasilan Negara Besar dan Maju
Prabowo Subianto dalam orasi kebangsaan di hadapan 7.000 relawan Gerakan Muslim Persatuan Indonesia Cinta Tanah Air (Gempita) menekankan bahwa kunci keberhasilan suatu negara kaya dan maju itu ialah bersatunya para elite.

Hal itu ia sampaikan dalam acara deklarasi dukungan Gempita untuk Prabowo-Gibran yang dihelat di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Rabu (27/12/2023) sore.

Prabowo mengatakan persatuan para elite akan berdampak pada kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Kuncinya adalah, apakah elit Indonesia pemimpin-pemimpin Indonesia bisa kerjasama? Bisa rukun dan bisa bersatu,” tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan dirinya merasa terhormat ketika mengetahui slogan Gempita yang ternyata terdiri dari kata-kata persatuan.

“Karena itu, hari ini saya sangat hormat saudara-saudara mendirikan Gempita ada kata-kata bersatu, persatuan, ada kata-kata cinta tanah air. Ini kunci, ini kunci kebangkitan bangsa Indonesia persatuan cinta Tanah Air,” lanjut Prabowo.

Ia melanjutkan Indonesia yang terdiri dari mayoritas umat Islam harus mengedepankan ajaran untuk hidup rukun dan bersatu agar tidak goyah dengan adanya adu domba ataupun pecah belah bangsa.

“Umat Islam harus lebih waspada, lebih arif, lebih pandai, lebih unggul, lebih bersatu, lebih kompak lebih rajin, lebih disiplin, baru Indonesia bangkit,” tutur Prabowo.

“Tidak boleh kita izinkan kembali kita mudah diprovokasi, mudah diadu domba karena kebesaran kita, kekayaan kita,” lanjutnya

Sumber: Tribunnews