Kiai Marzuki Diberhentikan Sebagai Ketua PWNU Jatim, Cak Imin: PBNU Mencoreng Tradisi NU

Kiai Marzuki Diberhentikan Sebagai Ketua PWNU Jatim, Cak Imin: PBNU Mencoreng Tradisi NU

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menilai pemberhentian Kiai Marzuki Mustamar sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur telah mencoreng tradisi NU. Sepanjang sejarah PBNU, ia mengeklaim tak ada istilah pemberhentian anggota NU.

"Masa kemudian ada pemberhentian, itu bukan tradisi NU. Ini mencoreng tradisi NU dan tentu ini mengkhawatirkan masa depan," ujarnya kepada wartawan di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (28/12) malam. 
 
"Kalau gitu caranya nanti pengurus NU PNS aja lah," sambung Cak Imin.
 
Ketua Umum PKB itu tak menafikan bahwa kemungkinan ada motif politik di balik pemberhentian Kiai Marzuki. 
 
"Ya tentu saja ada (motif politik), tapi masyarakat nahdhiyin akan menilai. Karena dari itu ya kita tenang aja. Kiai Marzuki gak rugi wong berjuang di NU itu gak ada bayarannya," ungkapnya.
 
Namun begitu, Cak Imin mengaku tak tahu-menahu terkait alasan pemberhentian Kiai Marzuki sebagai Ketua PWNU Jawa Timur tersebut. 
 
"Tapi saya sebagai orang NU, lahir, besar di NU, nggak ada di NU, kecuali sekarang ini pemberhentian-pemberhentian itu," ucapnya. 
 
"Makanya yang rugi bukan Kiai Marzuki, yang rugi PBNU," tandas Cak Imin.

 
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberhentikan KH Marzuqi Mustamar dari jabatan ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim). Keputusan tersebut dinyatakan tidak berkaitan dengan isu politik, khususnya pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres).
 
Pemberhentian KH Marzuqi Mustamar tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. Dalam surat itu tertulis, keputusan ditetapkan di Jakarta pada 16 Desember 2023.
 
Berbagai interpretasi pun muncul. Termasuk yang menduga terkait dengan pilpres. ”Kabarnya, ada usulan dari Syuriah PWNU Jatim. Dugaan saya, mungkin karena pilpres,” kata KH Abdussalam Shobib, pengasuh Ponpes Denanyar Jombang yang juga mantan wakil ketua PWNU Jatim, kemarin.

Sumber: jawapos