Israel Pulangkan Jasad Mohamed Salah, Polisi Mesir yang Tembak Mati 3 Tentara Zionis

Israel Pulangkan Jasad Mohamed Salah, Polisi Mesir yang Tembak Mati 3 Tentara Zionis

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Israel telah memulangkan jasad Mohamed Salah, seorang petugas kepolisian Mesir yang menembak mati tiga tentara Zionis Israel.

Mohamed Salah dilaporkan telah menembak mati tiga tentara Israel yang diidentifikasi sebagai Lia Ben-Nun, Ori Izhak Ilouz, dan Ohad Dahan pada Sabtu, 3 Juni 2023 lalu di perbatasan antara kedua negara.

Sebagaimana dilansir Hops.ID dari middleeasteye.net pada Rabu, 7 Juni 2023, belum diketahui secara jelas motif dari kejadian itu.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh militer Mesir, insiden itu bermula ketika Mohamed Salah hendak mengejar penyelundup narkoba yang melintasi pagar perbatasan ke Israel, hingga akhirnya terjadilah baku tembak dengan tentara Israel.

“Saat fajar, pada hari Sabtu, salah satu personel keamanan yang bertugas mengamankan garis perbatasan internasional mengejar oknum penyelundup narkoba, dan selama pengejaran, personel keamanan menembus penghalang keamanan dan (terjadi) baku tembak,” ujar pernyataan itu.

“Hal ini menyebabkan kematian tiga personel keamanan Israel dan melukai dua lainnya, selain kematian satu personel keamanan Mesir selama baku tembak,” lanjutnya.

Berbeda dengan narasi yang dijelaskan oleh militer Mesir, militer Israel mengklaim bahwa saat itu Mohamed Salah telah menyelinap ke wilayah Israel dan membunuh dua petugas di perbatasan.

Belum selesai sampai di sana, polisi Mesir berusia 22 tahun itu juga diklaim bersembunyi selama berjam-jam dan menembak yang lainnya hingga menewaskan satu orang lagi dan melukai dua orang tentara saat mereka tiba untuk melakukan patroli.

Di sisi lain, rekan Mohamed Salah di kepolisian menyebut jika Salah saat itu marah karena salah satu rekannya dibunuh di perbatasan Mesir-Israel. Sehingga insiden penembakan tiga tentara itu diduga akibat motif balas dendam.

Namun lagi-lagi hal itu tidak terbukti secara jelas karena tidak ada laporan petugas yang terbunuh selama masa wajib militer Salah.

Mesir dan Israel pun kini tengah melakukan penyelidikkan lebih lanjut untuk mengungkap motif sebenarnya atas peristiwa tersebut, dan kedua negara telah meningkatkan keamanan serta kamera pengintai di perbatasan untuk mencegah hal serupa.

Sementara itu, sepupu Mohamed Salah menuturkan jika Salah dimakamkan di Kegubernuran Qalyubiyah setelah keluarga telah menerima jasadnya di kediamannya di Ain Shams, Kairo.

Mohamed Salah diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak tertuanya bernama Mahmoud, dan adiknya bernama Abdo.

Ia bersama kakaknya menjadi tulang punggung keluarga setelah ayah mereka meninggal dalam kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu.

Salah disebut sempat berhenti dari sekolahnya dan bekerja di sebuah pabrik alumunium. Kemudian, ia juga pernah bekerja sebagai tukang kayu bersama pamannya.

Lalu, Mohamed Salah pun mendaftar untuk melakukan wajib militer, hingga akhirnya pada 2022, dirinya direkrut sebagai pasukan Keamanan Pusat di perbatasan dengan wilayah Palestina di Sinai Utara.***

Sumber: hops
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita