Negara-Negara Barat Sambut Kemenangan Erdogan dengan Berbagai Harapan

Negara-Negara Barat Sambut Kemenangan Erdogan dengan Berbagai Harapan

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO -  Para pemimpin dunia turun ke media sosial dan platform publik untuk memberi selamat kepada Recep Tayyip Erdogan atas kemenangan dalam pemilu putaran kedua Turki pada Ahad (28/5/2023). Negara-negara Barat menyambut kemenangan itu dengan keinginan kerja sama yang berjalan baik

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengucapkan selamat kepada Erdogan atas pemilihannya kembali."Kami akan terus bergerak maju bersama," ujarnya dikutip dari Anadolu Agency.

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mengucapkan selamat dengan menawarkan kebersamaan dalam memajukan agenda bilateral. Dia menyatakan, Jerman dan Turki membuat dorongan baru.

Sedangkan Presiden Dewan Eropa Michel menyatakan harapan dapat bekerja sama dengan Erdogan kembali dalam mempererat hubungan. Keinginan ini dipertegas oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang juga memiliki harapan untuk terus membangun hubungan Uni Eropa dan Turki.

“Sangat penting secara strategis bagi UE dan Turki untuk bekerja memajukan hubungan ini, untuk kepentingan rakyat kami,” kata von der Leyen di Twitter.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengucapkan selamat kepada Erdogan atas pemilihannya kembali. "Saya berharap untuk melanjutkan kerja sama yang kuat antara negara kita," ujarnya.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan harapan agar Erdogan sukses di tahun-tahun mendatang. “Saya berharap dapat terus memperkuat hubungan Belanda-Turki dan bekerja sama sebagai teman dan sekutu,” katanya di Twitter.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengucapkan selamat kepada presiden Turki karena terpilih kembali. Dia berharap dapat mengembangkan kerja sama untuk keamanan dan stabilitas Eropa.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga mengucapkan selamat kepada Erdogan. "Keamanan kita bersama adalah prioritas masa depan," katanya.

Menurut laporan yang diakses di Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK) Turki pada Senin (29/5/2023) pagi, sebanyak 99.85 persen suara telah dihitung. Erdogan saat ini memimpin pemilihan presiden dengan 52,16 persen suara. Sementara kandidat oposisi Kemal Kilicdaroglu memiliki 47,84 persen.

Menang tipis

Ketua lembaga resmi penyelenggara pemilihan umum di Turki atau Ketua Dewan Pemilihan Tertinggi (YSK) Negara, Ahmet Yener pada Ahad (28/5/2023) mengatakan pejawat Recep Tayyip Erdogan akan terpilih kembali sebagai presiden Turki. Hal itu disampaikan Ahmet Yener setelah melihat hasil sementara pemilu presiden putaran kedua yang diselenggarakan Ahad (28/5/2023)

Erdogan mengalahkan Kemal Kilicdaroglu dalam pemilihan putaran kedua dengan selisih persentase yang terbilang tipis. Menurut hasil tidak resmi, Erdogan memenangkan pemilihan dengan perolehan suara 52,14 persen, sementara Kilicdaroglu mendapatkan 47,86 persen suara. Ia juga mengatakan setidaknya 99,43 persen kotak suara telah dibuka dan dihitung .

Dalam sebuah pidato di Istanbul pada Ahad malam, Presiden Erdogan mengatakan bahwa 85 juta warga negara Turki adalah pemenang dalam pemilihan nasional yang berakhir hari ini.

Lebih dari 64,1 juta orang warga Turki terdaftar untuk memberikan suara. Jumlah itu termasuk lebih dari 1,92 juta orang warga Turki yang sebelumnya memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di luar negeri.

Hampir 192 ribu kotak suara disiapkan untuk para pemilih di seluruh Turki. Pada pemilu putaran pertama pada tanggal 14 Mei 2023 lalu, tidak ada kandidat yang memenangkan 50 persen suara pada putaran pertama, sehingga memicu pemilihan putaran kedua pada Ahad kemarin.

Meskipun akhirnya Erdogan memimpin dengan 49,52 persen suara. Ini menjadikan, Aliansi Rakyat Erdogan yang pada pemilu putaran pertama menang dengan suara terbanyak,walaupun dibawah 50 persen dipastikan telah memenangkan suara mayoritas di parlemen Turki.

Sumber: republika