Jansen Ungkit Pramono Anung Kritik SBY Undang Parpol ke Istana, Netizen: Banteng Menjilat Ludah Sendiri

Jansen Ungkit Pramono Anung Kritik SBY Undang Parpol ke Istana, Netizen: Banteng Menjilat Ludah Sendiri

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat emngunggah tangkapan layar tentang kritikan Sekretis Kabinet Pramono Anung kepada Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudho (SBY).

Di mana pada tahun 2013 ketika Pramono Anung menjabat sebagai Wakil Ketua DPR mengritik SBY yang mengundang Ketua Umum Partai Politik (Parpol) ke Istana Negara. Unggahan itu dikomentari netizen dan ada yang sebut Pramono anung tidak malu dengan hal itu.

Lantas, Jansen Sisindaon mengingatkan kembali Pramono anung tentang pernyataannya kepada SBY kala itu.

Hal itu sampaikan Jansen Sitindoan menanggapi Presiden Jokowi yang mengundang enam petinggi parpol ke Istana Negara.

Menurut politisi Demokrat itu, Pramono anung seharusnya mengingatkan Presiden Jokowi, tidak bagus memanfaatkan fasilitas negara membicarakan politik praktis di luar dari agenda negara.

Pramono Anung, kata Jansen selaku Sekretariat Kabinet yang turut andil mengatur lalu lintas Istana negara seharusnya paham terkait hal itu.

"Pak @pramonoanung nuwunsewu. Apalagi sekarang sebagai Sekab ikut ngatur lalu lintas pertemuan di Istana, tolong hal sama sekarang sampaikan ke Presiden @jokowi, jangan beliau bahas politik praktis apalagi ngumpulkan partai-partai di istana," ujarnya melalui akun twitternya dikutip kilat.com pada Kamis, 4 Mei 2023

"Seperti kata jenengan di berita itu: itu nanti dapat menurunkan marwah dan citra istana dll.. Maturnuwun sak durunge pak Sekab," lanjutnya.

Dalam unggahan itu, Jansen membagikan tangkapan layar sebuah berita nasional dengan judul "Jangan Biarkan SBY Bicara Partai di Istana" yang dipublis pada tanggal 18 April 2013.

Dalam berita itu disebutkan bahwa Pramomo selaku Wakil Ketua DPR RI mengatakan, SBY menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai politik bisa merusak marwah Istana Kepresidenan.

"Berkaitan dengan politik praktis dan bukan domain utama, ini betul berkaitan partai politik tertentu, sebaiknya dibicarakan di luar istana, kalau dibiarkan ini dapat menurunkan, marwah dan citra dari istana," ujar Pramono Anung kala itu.

Menurut Pramono Anung, SBY seharusnya tidak menggunakan fasilitas negara demi kepentingan parpol.

Oleh sebab itu, kata dia l jumpa pers yang dilakukan SBY sebaiknya dilakukan di kantor parpol, bukan di istana presiden.

Unggahan Jansen itu kemudian memunculkan beragam komentar dari para netizen. Namun, banyak netizen yang mendukung apa yang disampaikan oleh Jansen tersebut.

“Jejak digitalnya masih ada, tapi anehnya kok mereka enggak malu ya,” komentar @kukuy_pranaja

“bukan hanya Cuma itu saja, masalah blt dulu ngritik njabat eh ngikut,,,bbm naik dulu sok soan pada nangis nangis masal, demo..giliran berkuasa sendiri pura-pura buta dan tuli,,,itu Cuma beberapa saja yg bikin sy pribadi kecewa enggak tau klo warga lainnya,” ujar @setianto80.

“KALO BANTENG ITU RATA-RATA MENJILAT LUDAHNYA SENDIRI,” tulis @den_fayiz.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengundang enam ketua umum parpol pendukung Pemerintah di Istana Negara pada Selasa, 2 Mei 2023.

Enam petinggi parpol yang diundang adalah Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Lalu, Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengungkapkan, pertemuan para petinggi Parpol dengan Presiden Jokowi membahas perkembangan ekonomi Indonesia di masa depan.

"Kami membahas perkembangan bidang ekonomi, ramalan semua negara besar, ramalan world bank, IMF," ujarnya.

"diperkirakan kita sangat mungkin bisa menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia kalau kita bisa pandai memanfaatkan keadaan. Jadi itu titipan beliau kepada kita-kita," tandasnya. (*)

Sumber: kilat
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita