Prabowo: Saya Berutang Budi dengan Masyarakat Sumbar

Prabowo: Saya Berutang Budi dengan Masyarakat Sumbar

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengaku masih berutang budi dengan masyarakat Sumatera Barat. Padahal, ia merasa memiliki hubungan khusus dengan Tanah Minang.
Prabowo mengungkapkan pernah tinggal di Sumbar saat kecil. Ia menyaksikan perjuangan Sumbar terhadap perjuangan bangsa.

"Siapa tak kenal tokoh M Hatta, wapres kita mendampingi Bung Karno mempersatukan Indonesia. Memimpin perjuangan dengan penuh risiko. Mempertaruhkan nyawa mengantar kita merdeka," ujar Prabowo saat hadiri prosesi Batagak Gala Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor di Istana Basa Pagaruyung, Sabtu (29/4).

Prabowo juga menyebut sosok Sutan Syahrir, tokoh pertama yang menjadi kunci kemerdekaan. Kemudian M Natsir, tokoh nasional yang mengantar Indonesia jadi negara republik.

"Dari RIS menjadi RI kembali tidak sedikit jasa M Natsir. Belum lagi Tan Malaka, M Yamin, dan sampai saat ini Minangkabau terus menerus melahirkan ada tokoh-tokoh Minangkabau di tingkat nasional," bebernya.

Bahkan, lanjut Prabowo, ia juga banyak melihat prajurit TNI hebat dari Sumbar.

"Jenderal yang hebat. Ada di antaranya kawan-kawan saya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Saya merasa bahwa rakyat Minangkabau adalah rakyat yang setia. Rakyat yang berani dan berpegang teguh dengan prinsip," ungkapnya.

"Saya merasa berutang budi dengan masyarakat Sumbar. Saya merasa belum bisa berbuat banyak untuk Sumbar," lanjutnya.

Ia menegaskan akan terus berbuat untuk Tanah Minang. Salah satunya akan merintis sekolah unggulan di Sumbar.

"Ini terucap bukan sebagai janji, tapi sebagai utang. Kalau saya sudah ucapkan, berarti ini utang. Saya tidak tahu ada kekuatan apa di tempat ini yang membuat saya berani, karena saya berutang banyak di Sumbar," tegasnya.

Prabowo juga merasa bersalah tak kembali ke Sumbar selama bertahun-tahun. Hal ini lantaran dirinya belum bisa berbuat apa-apa untuk Sumbar.

"Sekarang saya mulai mencicil, mulai dari ambulans. Jangan dilihat dari nilainya. Tapi lihatlah utang budi saya ke ranah Minang. Sejak kecil saya terus didukung," pungkasnya.

Sumber: kumparan
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita