Banjir Melanda Kawasan Inti IKN di Sepaku, Otorita IKN: Lokasinya di Dataran Rendah

Banjir Melanda Kawasan Inti IKN di Sepaku, Otorita IKN: Lokasinya di Dataran Rendah

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Viral di media sosial pemandangan banjir di salah satu wilayah yang disebut masuk kawasan inti IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Banjir dilaporkan melanda Kelurahan Sepaku di wilayah IKN Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (17/3/2023).

Banjir yang melanda kawasan IKN Nusantara telah surut pada Sabtu (18/3/2023). 

Menanggapi peristiwa banjir di IKN, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) akan terus berupaya memastikan penanganan banjir di IKN Nusantara dengan segera.

OIKN akan segera menyiapkan rencana mulai dari jangka pendek, menengah hingga panjang untuk menangani banjir di IKN Nusantara, Katlim.

Terkait dengan penyebab banjir di IKN Nusantara, OIKN telah mengidentifikasi penyebabnya yakni adanya hujan yang terjadi di bagian hulu dan adanya gorong-gorong yang tidak optimal.

Sehingga meningkatnya aliran permukaan.

Selanjtunya ada faktor erosi, kemudian sedimentasi dan pendangkalan sungai.

Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Achmad Jaka Santos Adiwijaya seperti dikutip TribunKaltim.co dari kontan.co.id, memastikan, penanganan banjir di Kelurahan Sepaku telah berhasil dilakukan dengan baik berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Seperti BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, TNI, POLSEK, Kecamatan, Kelurahan, Kementerian PUPR, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan lainnya.

”Air sudah surut sejak tanggal 18 Maret pagi,” ujar Jaka dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/3).

Jaka menjelaskan, sebelumnya Otorita IKN juga telah mengidentifikasi adanya potensi banjir di beberapa area di Kelurahan Sepaku.

Karena lokasi banjir di wilayah tersebut adalah daerah dataran rendah yang sudah sering terjadi banjir sebelumnya.

Oleh karena itu, Otorita IKN bersama dengan pemangku kepentingan lainnya sedang membangun infrastruktur untuk mengatasi banjir di kawasan sekitar IKN, khususnya Kelurahan Sepaku.

OIKN telah melakukan berbagai upaya untuk memitigasi banjir.

 Baca juga: Sapaan Maneh Dipersoalkan, Warganet Kini Panggil Ridwan Kamil dengan Baginda hingga Yang Mulia

Diantaranya dengan membangun bendung, embung, dan retensi kolam-kolam yang dilakukan oleh Kementerian PUPR yang saat ini masih berjalan.

Selain itu, juga dilakukan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai dan penyusunan Rencana Pengelolaan DAS terpadu di IKN.

Serta rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Mahakam Berau.

Jaka mengatakan, OIKN telah melakukan pertemuan-pertemuan dengan para pihak terkait dan tanggal 20 Maret akan dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak.

Rapat tersebut untuk membahas rencana penanganan jangka pendek tiga bulan kedepan, menengah sedang, akhir tahun dan jangka panjang dalam pencegahan dan penanggulangan banjir.

Jaka menyebut, OIKN akan terus berkomitmen dalam memperhatikan risiko dan penanggulangan bencana termasuk banjir di wilayah-wilayah yang terkena, termasuk di Kelurahan Sepaku.

"Semua upaya akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi dan menjaga keselamatan masyarakat," kata Jaka.

Diketahui, banjir melanda Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Jumat (17/3/2023).

Salah seorang warga, Jamal (37) mengatakan, di wilayah banjir itu juga sedang dibangun proyek Intake Sepaku yang menjadi salah satu penyuplai air baku Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lokasi proyek itu bersebelahan dengan sawah-sawah warga.

Jamal belum bisa memastikan apakah proyek tersebut turut memperparah banjir di kampungnya atau tidak.

Pemerintah sebenarnya berencana melakukan normalisasi Sungai Sepaku untuk pengendalian banjir.

Namun, proyek itu terhambat lantaran belum ada kesepakatan dengan warga pemilik lahan.

Wilayah Rawan Banjir di Sepaku

Sebelumnya, tahun 2022 lalu, Kepala Pelaksana (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) Marjani telah menyebutkan tiga titik lokasi yang masuk dalam Kawasan Inti Ibu Kota Negara (IKN), rawan terjadi banjir.

Menurutnya, daerah itu salah satunya Desa Sukaraja Kecamatan Sepaku.

"Daerah aliran sungainya yang khusus daerah Sepaku.

Ini harusnya kesempatan merencanakan ke depan aliran sungai seperti apa," ungkapnya kepada Tribunkaltim.Co Selasa (5/4/2022).

Penyebab utama ketiga titik di kecamatan Sepaku itu rawan banjir, karena Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak pernah dilakukan normalisasi dalam waktu yang cukup lama.

"Berupaya agar pemanfaatan dilakukan maksimal, agar tidak terjadi penurunan fungsi lahan, daerah resapan juga perlu dipertimbangkan," sambungnya.

Marjani melanjutkan, normalisasi perlu dilakukan tidak hanya di daerah tiga titik itu saja tetapi dari area hulu hingga hilir.

"Normalisasi yang ada, sudah harus dipecah dari hulu tidak bisa IKN dibicarakan di Sepaku saja," tambahnya.

Meski diakui Marjani, kondisi banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Sepaku bukan banjir permanen, atau pada saat hujan turun dalam waktu tiga hingga lima jam saja maka terjadi banjir, namun penanggulangan tetap harus dilakukan.

Sebab kondisi itu cukup mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan terkadang sampai merendam beberapa pemukiman warga.

Ia mengaku hal ini juga telah menjadi pembahasan pusat, dan telah masuk perencanaan Bapennas, untuk penanggulangan banjir tersebut.

"Sudah dilaporkan ke pusat, bukan banjir permanen hanya curah hujan karena daya tampung ke laut tak memadai," pungkasnya.

Sumber: tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita