Sebut Hanya Jokowi yang Bisa Mempertemukan Joe Biden dan XI Jinping, HMI: Luar Biasa!

Sebut Hanya Jokowi yang Bisa Mempertemukan Joe Biden dan XI Jinping, HMI: Luar Biasa!

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Presiden Amerika Serikat Joe Biden bertemu dengan Presiden China XI Jinping di acara KTT G20 di Bali. Keduanya bahkan sempat membahas sejumlah isu.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut sebagai kepala negara yang bisa mempertemukan Joe Biden dan XI Jinping. Hal ini disampaikan Ketua Umum Bakdo HMI Jabodetabeka-Banten M. Adhiya Muzakki, Jumat (18/11/2022).

"Luar biasa ya. Hanya Pak Jokowi yang bisa mempertemukan kedua pemimpin negara digdaya itu. Pemimpin lain belum tentu bisa," kata Adhiya.

Dalam KTT G20 di Bali, dia mengatakan untuk pertama kalinya Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden bertemu.


Untuk itu, Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Bakdo HMI) Jabodetabeka-Banten mengapresiasi kerja Presiden Joko Widodo memimpin Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

"Saya mengapresiasi sangat tinggi terhadap Presiden Jokowi atas suksesnya KTT G20 di Bali dengan aman dan damai," kata dia.



Menurut Adhiya, penyelenggaraan KTT G20 pada 16-17 November lalu telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


Ia menyebut sejumlah pemimpin negara G20 yang hadir terlihat antusias menikmati keindahan wisata dan budaya Indonesia.

"Harus diakui Indonesia telah sukses menjadi tuan rumah G20 yang digelar di Bali. Terlihat beberapa pemimpin negara tersenyum puas atas kerja keras Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20; serta berkomitmen bekerja keras menyisihkan perbedaan untuk menghadirkan sesuatu yang konkret yang bermanfaat bagi dunia," katanya.

Hasil dari KTT G20 itu telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional serta mampu meningkatkan perekonomian Indonesia, khususnya di Bali, sebagai tempat berlangsungnya KTT.

"Yang pasti, efeknya luar biasa. Pagelaran luar biasa, efeknya juga akan luar biasa," ujarnya.

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita