Identitas Bjorka Mulai Terungkap, Mempunyai Teman Dekat WNI Korban Kebijakan 1965

Identitas Bjorka Mulai Terungkap, Mempunyai Teman Dekat WNI Korban Kebijakan 1965

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Dalam salah satu cuitan Twitter-nya, Bjorka menuliskan sebuah 'clue' mengenai identitas dirinya.

Hacker Bjorka berhasil membuat masyarakat Indonesia heboh karena aksinya yang membobol dan membagikan secara terang-terangan data penting pemerintah Indonesia.

Beberapa data pernah dibobol dan dibagikan oleh Bjorka di antaranya adalah data pendaftaran kartu SIM, data Presiden Indonesia, dan dokumen pembunuhan Munir.

Beberapa waktu lalu ia mengungkap alasannya membobol data pemerintah Indonesia ini.

"Saya hanya ingin menunjukkan betapa mudahnya bagi saya untuk masuk ke berbagai pintu karena kebijakan perlindungan data yang buruk. Apalagi jika dikelola oleh pemerintah," tulisnya dalam bahasa Inggris pada Sabtu, 10 September 2022.

Bjorka juga memberi sedikit 'clue' mengenai identitas dirinya. Ia mengaku mempunyai teman orang Indonesia yang saat ini tinggal di Warsawa.

"Saya punya teman orang Indonesia yang baik di Warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. Aku melakukan ini untuknya," sambungnya dalam tweet-nya Sabtu, 10 September 2022 tersebut.

Warganet pun semakin dibuat penasaran dengan sosok WNI yang tinggal di Warsawa tersebut. Sebagai informasi, Warsawa merupakan ibu kota negara Polandia.

Menyambung tweet sebelumnya, Bjorka kembali membahas sosok temannya yang tinggal di Warsawa ini.

"Jangan coba lacak dia dari kementerian luar negeri. Sebab Anda tidak akan menemukan apapun. Dia tidak lagi diakui Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. Meskipun dia adalah orang tua yang sangat pintar," tulisnya dalam bahasa Inggris.

Banyak warganet yang menduga bahwa kebijakan 1965 yang dimaksud di sini adalah kebiajakan pemerintah Indonesia seusai tragedi G30S PKI.

Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di negara beraliran sosialis tidak boleh pulang ke tanah air.

Hal ini merupakan buntut dari peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965.

Mereka yang tidak diizinkan untuk pulang ini terpaksa melepas kewarganegaraan Indonesia karena telah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

Polandia merupakan salah satu negara sosialis bagian dari Blok Timur sehingga banyak warganet yang menduga teman dari Bjorka ini merupakan salah satu mahasiswa yang tidak bisa pulang akibat kebijakan 1965.

Dalam tweet terbarunya Bjorka mengungkap bahwa temannya ini telah meninggal tahun lalu. Di masa hidupnya ia ingin kembali dan melakukan sesuatu memajukan Indonesia.

"Tahun lalu dia baru saja meninggal. Orang tua ini telah merawat saya sejak saya lahir. Dia ingin kembali dan melakukan sesuatu dengan teknologi meskipun dia melihat betapa sedihnya menjadi seorang Habibie. Dia tidak punya waktu untuk melakukannya sampai akhirnya dia meninggal dengan tenang," tulis Bjorka pada Minggu, 11 September 2022.

Bjorka mengungkap semua yang dilakukannya ini merupakan usahanya untuk mewujudkan mimpi dari temannya tersebut. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

"Tampaknya rumit untuk melanjutkan mimpinya dengan cara yang benar, jadi saya lebih suka melakukannya dengan cara ini. Kita memiliki tujuan yang sama, agar negara tempat ia dilahirkan bisa berubah menjadi lebih baik. Senang bertemu kalian," ungkap Bjorka di akhir tulisannya.

Sumber: aboutmalang
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita