Usai Viral, Pemukul Sopir TransJakarta di Ragunan Serahkan Diri ke Polres Jaksel

Usai Viral, Pemukul Sopir TransJakarta di Ragunan Serahkan Diri ke Polres Jaksel

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Pelaku pemukulan sopir bus TransJakarta di perempatan Ragunan, Jakarta Selatan menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (26/8) malam.

"Semalam kami melakukan identifikasi tetapi jam 10 malam pada saat anggota akan melakukan penangkapan jam 10 malam yang bersangkutan ke Polres menyerahkan diri," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan saat dihubungi wartawan, Sabtu (27/8).




Belakangan diketahui bahwa inisial pemukul sopir TransJakarta adalah KM. Yandri pun menyebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif kepada kepada KM.

Selain memeriksa KM, polisi juga memeriksa jumlah saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Masih pemeriksaan tapi prosesnya sudah kami tingkatkan ke penyidikan sementara kami periksa saksi-saksi, setelah saksi-saksi kamu periksa kami adakan gelar perkara untuk penetapan tersangka," kata Yandri.

Untuk motif sendiri, Yandri menyebut KM tersulut emosi sehingga nekat berhenti dari mobil, keluar, adu mulut, bahkan memukul wajah sopir bus TransJakarta.

Sebelumnya, viral aksi pemukulan yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap sopir bus TransJakarta.

Dalam video berdurasi 18 detik itu, terlihat seorang pemuda pengendara mobil dengan nomor polisi F 164 RA, mengarah ke depan pintu sopir Transjakarta lalu membentaknya.

Terlihat juga stiker yang diduga bertuliskan keluarga Polisi di belakang kiri mobil pemuda tersebut.

Sejurus kemudian, pemuda tersebut sontak menampar sopir Transjakarta lalu pergi begitu saja. Para menumpang Transjakarta kemudian meneriakinya karena dari keterangan video viral itu, pemuda yang mengendarai mobil Honda Mobilio lah yang menyerempet bus Transjakarta.

Sementara PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan, tidak menoleransi aksi kekerasan yang dilakukan pengendara mobil pribadi kepada sopir Transjakarta pada Kamis malam (25/8).

"Transjakarta secara tegas menolak segala bentuk kekerasan di jalan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan serta keamanan dan kenyamanan pelanggan," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Anang Rizkani Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8).

TransJakarta, kata dia, melindungi setiap pekerja transportasi yang sedang melakukan pelayanan kepada masyarakat. 

Sumber: RMOL
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita