Naikkan Harga BBM Subsidi di Tengah Ekonomi Rakyat Lemah Berbahaya Buat Jokowi

Naikkan Harga BBM Subsidi di Tengah Ekonomi Rakyat Lemah Berbahaya Buat Jokowi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Di tengah ekonomi rakyat yang lemah, keputusan menaikkan harga BBM berbahaya bagi pemerintahan Joko Widodo. Bahkan, jika dipaksakan, rakyat menganggap pemerintah tunduk terhadap kepentingan pemilik SPBU.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM karena harga minyak dunia turun di bawah 100 dolar AS per barel.



"Kalau BBM dipaksakan dinaikkan, pemerintah tidak punya argumen lagi. Karena selama ini ikuti mekanisme pasar. Kalau harga BBM dunia turun lalu pemerintah naikkan BBM dalam negeri. Mekanisme pasar jenis apa yang di gunakan? Mekanisme pasar kedodoran?" ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/8).

Muslim menilai, jika pemerintah memaksakan menaikkan harga BBM, dapat dipastikan bahwa pemerintah tunduk kepada kepentingan pemilik SPBU.

"Di tengah ekenomi rakyat lemah saat ini, keputusan naikkan BBM berbahaya," pungkas Muslim.

Sumber: RMOL
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita