Harga BBM Naik Sri Mulyani Nyerah, Said Didu: Biang Keroknya saat Dekat Pemilu 2018

Harga BBM Naik Sri Mulyani Nyerah, Said Didu: Biang Keroknya saat Dekat Pemilu 2018

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Beban pemerintah terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar dinilai sudah cukup berat. Bahkan alokasi anggaran subsidi yang mencapai Rp502,4 triliun yang dianggarkan tahun ini akan segera habis.

Menurut Sri Mulyani Indrawati jika stok BBM subsidi akan habis pada bulan Oktober, khususnya untuk jenis Pertalite dan Solar. Meski demikian, konsumsi terhadap dua jenis BBM tersebut hingga kini masih terus berlanjut.

Ditegaskan Menteri Keuangan saat melakukan Rapat Kerja IV DPD bersama beberapa instansi terkait, jika Pemerintah tidak akan mencabut subsidi yang telah berjalan, namun kendalanya stok bbm yang mulai menipis.

Pertalite dan Solar diperkirakan akan habis stoknya dalam beberapa bulan kedepan. Sehingga dibutuhkan ketersediaan dua bbm tersebut.

Hal inilah yang disebut Sri Mulyani, Pemerintah tengah melakukan berbagai pilihan kebijakan mulai dari penambahan subsidi, kontrol konsumsi hingga kebijakan harus menaikkan harga bbm.

Terkait rencana tersebut, pegiat media sosial Said Didu justru menilai jika ada kebijakan awal yang salah dan tidak tepat sasaran sehingga menimbulkan kondisi seperti saat ini.

Menurut mantan petinggi BUMN ini, kesalahan dimulai saat munculnya kebijakan dana kompensasi untuk membuat kebijakan BBM satu harga.

Atas kebijakan tersebut, tentu Pertamina harus membiayai adanya kebijakan tersebut, yang justru berdampak pada meruginya Pertamina.

"Dana kompensasi dimulai saat ada kbjkn BBM satu harga 2018-2019 (dekat pemilu) yg dibiayai Pertamina. Pertamina rugi, hasil audit BPK mengharuskan pemerintah memberikan kompensasi atas penugasan dan dibebankan pd APBN berikutnya. Skrg berlanjut, pdhl itu mekanisme APBN salah," jelas cuitan Said Didu dikutip Hops.ID 29 Agustus 2022.

Faktanya, stok Pertalite sudah dialokasikan sebanyak 23 juta kilo liter hingga sekarang. Akan tetapi sampai Juli 2022 volume yang terpakai mencapai 16,4 juta kilo liter.

Kemudian, sekarang tersisa 6,6 juta kilo liter yang difungsikan oleh masyarakat, yang menurut prediksi akan habis pada September 2022.

Sumber: hops
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita