Ternyata PKS Tak Sepakat dengan Presidential Threshold Nol Persen, Begini Penjelasan Presiden PKS

Ternyata PKS Tak Sepakat dengan Presidential Threshold Nol Persen, Begini Penjelasan Presiden PKS

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu ternyata tidak sepakat jika presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden menjadi nol persen.

Presiden PKS punya pemikiran lain soal presidential threshold (PT) ini.

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, tidak sepakat jika PT menjadi nol persen.

Namun Presiden PKS ini mengajukan usulan lain di angka kisaran empat persen, atau paling tinggi di angka sepuluh persen.

Menurut anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII ini, keberadaan ambang batas untuk mengajukan pasangan calon presiden-wakil presiden atau presidential threshold merupakan bentuk penghargaan kepada partai politik yang sudah berjuang pada Pemilu-pemilu sebelumnya.

“Kalau presidential threshold nol persen, saya tidak sepakat yah,” kata Ahmad Syaikhu dikutip Kantor Berita RMOLJabar (Grup Pojoksatu), Jumat (24/12).

“Setidak-tidaknya mungkin harus disamakan dengan parliamentary threshold yaitu sebesar empat persen, atau paling tinggi di angka sepuluh persen,” ujarnya lagi.

Meski demikian, dia juga menyatakan, PT 20 persen juga tidak baik bagi demokrasi di tanah air.

Karena PT 20 persen kerap memunculkan hanya dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memicu polarisasi di masyarakat.

“Dan jika seperti itu, potensi polarisasi rakyat dalam Pilpres sangat besar. Dan akibatnya, sudah kita ketahui bersama dalam pilpres-pilpres sebelumnya,” kata mantan Walikota Bekasi periode 2013-2018 tersebut.[pojoksatu]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita