Erick, Mahfud, Prabowo, Pramono Kumpul di Istana Bogor Bahas Persoalan Serius, Apa Itu?

Erick, Mahfud, Prabowo, Pramono Kumpul di Istana Bogor Bahas Persoalan Serius, Apa Itu?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju melaksanakan rapat terbatas di Istana Bogor, Rabu (29/12/2021). Rapat membahas industri pertahanan dalam negeri.

Kabar tersebut disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam tayangan video pendek yang diperoleh MNC Portal Indonesia. Dalam video tersebut, Erick terlihat tengah bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Kita sedang rapat di Istana Bogor, ini sangat luar biasa, rapatnya sangat serius, ada Menko Polhukam, dan Pak Menhan mengenai industri pertahanan," ujar Erick dalam tayangan video tersebut.

Adapun konsolidasi pendirian Holding BUMN Pertahanan terus digodok Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Konsolidasi tidak saja dilakukan antar-BUMN di sektor pertahanan, juga menyasar industri pertahanan negara lain.

Pada November 2021 lalu, Erick Thohir mengumumkan kerja sama antara PT Pindad (Persero) dengan Holding Qatar, Barzan. Kolaborasi antara BUMN Qatar itu dengan Pindad untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri.

Erick mengatakan, tujuan itu sejalan dengan target Holding Pertahanan dibentuk, dimana, menciptakan produk pertahanan unggulan di bawah satu payung manajemen. Sementara, Pindad nantinya bertindak sebagai anggota holding.

Terkait persiapan pendirian Holding BUMN Pertahanan, seperti dikutip dari laman resmi Pindad, sejumlah industri pertahanan pelat merah terus melakukan konsolidasi, salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD). 

PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero) ditunjuk sebagai anggota holding. Sementara, PT Len Industri (Persero) induk perusahaannya.

Kementerian BUMN menilai, sektor pertahanan dalam negeri perlu dioptimalkan. Sebab, nilai industri pertahanan Indonesia mencapai Rp37 triliun.

Oleh karena itu, BUMN industri pertahanan (Indhan) perlu menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR), khususnya, merealisasikan visi dan roadmap Kementerian periode 2020-2024. Bahkan, BUMN klaster Industri pertahanan pun ditargetkan menjadi industri pertahanan top 50 di dunia. Target itu bisa tercapai bila holding mampu bersinergi dengan Kementerian Pertahanan. [inews]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita