Calon Ibu Kota Baru Banjir dan Rendam Ratusan Rumah Warga, Christ Wamea: Pemimpin Ruwet

Calon Ibu Kota Baru Banjir dan Rendam Ratusan Rumah Warga, Christ Wamea: Pemimpin Ruwet

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Harapan agar pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur akan menghindari banjir, sepertinya bakal sulit terwujud. Saat ini, di wilayah calon IKN, malah sedang dilanda banjir. Bahkan banjirnya lebih parah dari Jakarta.

Sejak Jumat (17/12), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, wilayah yang disebut-sebut akan jadi lokasi IKN, tengah dilanda banjir. Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh air laut pasang.

Akibatnya air sungai meluap dan menyebabkan sejumlah kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila mengatakan, ada 101 rumah yang terendam banjir. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila mengatakan 101 rumah yang terdampak banjir itu terdiri atas 56 rumah di di Desa Bukit Raya, 5 rumah di Desa Sukaraja, 40 rumah di Kelurahan Sepaku. Rumah yang terdampak kebanyakan yang berlokasi di bantaran sungai.

Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan sejumlah kerusakan, seperti rusaknya jembatan di Kelurahan Sepaku. Jembatan jembatan penghubung antara RT 07 dan RT 04 itu mengalami longsor sebagian. Kerusakan jembatan ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu, kata Nurlaila, kemarin.

Dia mengatakan banjir itu semakin parah karena ada gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik di Desa Sukaraja. Tim dari BPBD telah berada di lokasi banjir untuk membantu warga.

Pengamat tata kota Nirwono Joga mengaku pernah mengunjungi lokasi titik nol, tempat yang akan dibangun IKN. Kata dia, memang ada beberapa hal yang perlu jadi catatan pemerintah. Misalnya ia menemukan jalan-jalan yang menuju lokasi titik nol terjadi proses penurunan muka tanah. Jalan di lingkungan sekitarnya banyak yang tiba-tiba patah.

Pemerintah seharusnya berhati-hati terhadap kondisi geologis. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harusnya diduluin sebelum menentukan titik nol, katanya.

Persoalan banjir di PPU ini sempat jadi perhatian Menteri Perancanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Suharso Monoarfa. Dia memastikan wilayah yang akan menjadi lokasi IKN di Kalimantan Timur terbebas dari banjir.

Sementara itu, kejadian banjir di PPU ini jadi sorotan warganet. Influencer Said Didu langsung mengomentari berita terkait. "Calon Ibu Kota", cuit @msaid_didu , sambil menautkan link berita terkait.

Akun @baalfin ikutan menyindir, "yang namanya ibukota itu memang harus banjir. Sekarang di Jakarta sudah jarang banjir. Makanya harus dipindah ke Kaltim agar budaya banjir pada IKN tetap lestari", ucapnya. 

Akun @bintangku206 sampai geleng-geleng kepala mengetahui calon ibukota banjir. "Ibukota belom pindah, banjirnya pindah duluan", cuit @dewising .

"Mau menghindar banjir Jakarta ternyata ibu kota baru juga langganan banjir. Pemimpin ruwet", kicau tokoh Papua Christ Wanea, di akun @putrawadapi .

Sementara akun @herypur86 mengatakan belum tentu daerah yang banjir itu wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru. Kata dia, luas kabupaten Penajam Paser Utara itu sama dengan 1 provinsi di Jawa. Yakin kamu tidak tahu persis di mana wilayah banjir dan di mana IKN. [rm]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita