Pimpinan KKB Sebut Jokowi Pembunuh: Jangan Macam-macam Sudah, Siap Merdeka!

Pimpinan KKB Sebut Jokowi Pembunuh: Jangan Macam-macam Sudah, Siap Merdeka!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Lamek Taplo menyebut bahwa Presiden Jokowi adalah seorang pembunuh.

Bahkan, ia meminta kepada pemerintah Indonesia khususnya Jokowi untuk menarik semua Intel-intel yang menyamar di Pegunungan Bintang, Papua.

Selanjutnya, KKB tersebut juga meminta kepada pemerintah agar pihaknya tak berani macam-macam dengan kelompok mereka.

Melansir tribun, Senin, 4 Oktober 2021, Lamek Taplo dan Enos Alol Mabin serta seluruh anggota TPNPB, secara tegas meminta semua untuk segera mengosongkan Pegunungan Bintang, Papua.

Hal ini terlihat dalam sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube bertajuk ‘SUARA MAMBRUK PAPUA’ pada 28 September 2021.

Mereka mengakui bahwa pihaknya sudah tiga kali memberikan peringatan untuk orang-orang di luar Papua agar angkat kaki dari tanah Papua.

Bahkan secara tegas mereka mengatakan peringatan tersebut dilontarkan sebelum terjadinya peperangan lebih rumit.

Ia pun secara terang-terangan mengusir warga yang diketahui berambut lurus, entah dengan profesi apapun itu.

“Sebelum perang kami sudah sampaikan jangan bingung, khususnya orang rambut lurus, entah itu guru, entah itu dokter, suster tukang sengso, tukang bagunan dan lainnya, kami sudah peringatkan tiga kali, untuk meninggalkan daerah konflik,” kata dia.

Lamek Taplo menegaskan, untuk orang rambut lurus dan Intel yang menyamar jadi guru, dan tenaga medis untuk segera mengosongkan wilayah konflik, Pegunungan Bintang, Papua.

Permintaan ini disampaikan atas alasan adanya tiga orang mantri yang melepaskan tembakan.

“Kami tidak mau lihat, kami bakar rumah sakit dan puskesmas, sebelum kami perang, ambil strategi begini dokter dan Mantri 3 orang kasi keluar pistol dan menembak,” kata dia.

“Khususnya Joko Widodo Anda pembunuh, tidak boleh macam-macam sudah, siap Merdeka, siap bersihkan,” tegas Lamek Taplo. [terkini]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita