Patung Pak Harto Dihilangkan, Panglima Gepako: Kita Buat Baru di DIY untuk Hormati Jasa Berantas PKI

Patung Pak Harto Dihilangkan, Panglima Gepako: Kita Buat Baru di DIY untuk Hormati Jasa Berantas PKI

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Gerakan Pasukan Antikomunis (Gepako) akan membuat patung Pak Harto (mantan presiden Soeharto) di DIY. Langkah ini merespon pemindahan pantung Pak Harto dan sejumlah tokoh antikomunis beberapa waktu lalu, yang sempat menjadi perhatian publik.

“Kalau di tempat lain dihilangkan, Gepako siap membuat Patung Pak Harto sediri. Nanti rencana kita tempatkan di Gunungkidul,” kata Panglima Gepako, Gandung Pardiman di Graha GPC, Imogiri, Bantul, Sabtu (2/10/2021).

Menurut Gandung, hal ini penting agar generasi penerus bangsa tidak melupakan sejarah. Diakui atau tidak, Seoharto sangat besar jasanya dalam membasmi PKI dan memerangi ideologi komunis. 

Gepako juga akan melakukan kajian pakar untuk mengangkat Soeharto sebagai bapak antikomunis. “Kita akan buat kajian. Kita undang para pakar. Pak Harto akan kita angkat sebagai Bapak Antikomunis. Ini untuk menghormati jasa-jasa beliau,” ujarnya.

Langkah ini juga sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat yang pro Pancasila dan antikomunis. "Sekali lagi, kalau tidak ada Pak Harto, Indonesia sudah menjadi negara komunis," ujarnya.

Patung Merlion di Singapura Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Dunia

Gandung menegaskan PKI memang sudah dibubarkan, namun ideologi komunis masih tetap ada. Untuk itu masyarakat harus mewaspadai ideologi terlarang ini termasuk mewaspadai komunis gaya baru. 

Panglima Gepako juga mengingatkan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. Termasuk mengutak-atik Tap MPRS Nomor XXV/ MPRS/ 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia.

"Kita harus mempertahankan keberadaan Tap MPRS nomor 25 tahun 1966 tersebut dan jangan sampai dihapuskan,” ujarnya.

Menurutnya upaya pihak-pihak yang disusupi idelogi komunis ini ini makin nyata dengan banyaknya upaya mengaburkan sejarah kelam pemberontakan PKI dengan berbagai cara. "Termasuk upaya menghapuskan sejarah PKI dalam buku-buku pelajaran sekolah. Ini harus kita waspadai," katanya. 

Dalam kesempatan itu Gandung juga menyebut Gepako tengah melakukan reorganisasi dengan mengungkuhkan para komandan wilayah (Danwil) yang baru di empat kabupatan kota di DIY. 

“Para Danwil ini kalau di militer seperti komadan Kodim. Kita satu komando berantas Komunis. Kalau di sana bangga jadi anak PKI, di sini kami bangga jadi anak Gepako, kami siap sikat habis komunis dan antek-anteknya,” ujarnya.  [inews]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita