MUI Minta Pengusutan Kasus Ustaz Diisukan Jadi Wali Dilantik Nyi Roro Kidul

MUI Minta Pengusutan Kasus Ustaz Diisukan Jadi Wali Dilantik Nyi Roro Kidul

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Wakil Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta agar kasus Ustaz Encep yang disebut menjadi wali dicek kebenarannya. Hal ini untuk menghindari kegaduhan di masyarakat.

"Agar tidak terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, maka saya minta MUI setempat, bersama dengan para ulama, dan tokoh masyarakat, serta aparat agar turun untuk menyelesaikan masalah ini," kata Anwar saat dihubungi, Sabtu (2/10/2021).

"Kalau hal ini dibiarkan, terus dan tidak diambil tindakan, maka masalah ini jelas akan menimbulkan kekerasan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, dan itu jelas tidak kita inginkan," katanya.

Bagi Anwar, ada hal yang menyimpang jika seseorang dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi wali. Dalam Islam, memang ada soal Nabi Khidir, tapi tidak ada soal Nyi Roro Kidu.

"Gimana pula kok Nabi Khidir bisa berjalan seiring dalam menunjuk seseorang untuk menjadi wali bersama Nyi Roro Kidul," ujar Anwar.

Menurut MUI, jika benar, soal penunjukan wali adalah hal yang salah. Sehingga, akan berakibat buruk bagi masyarakat.

"Pengakuan yang bersangkutan bahwa dia adalah seorang wali yang dikenal dalam konteks Islam, jelas tidak bisa diterima dan mengakuinya sebagai seorang wali jelas akan membawa keyakinan kita menjadi keyakinan yang sesat dan menyesatkan ," katanya.

Dua pesan suara dan sejumlah foto beredar di aplikasi perpesanan, pesan suara itu berisi suara laki-laki yang diduga disebar secara internal di grup perpesanan. Isi pesan suara menyebut soal seorang ustaz yang kemudian dilantik menjadi wali oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul.

Dua pesan suara tersebut kemudian dikonfirmasi detikcom ke Bakang Anwar As'adi, Kepala Desa (Kades) Cipendeuy Kecamatan Surade. Nama Bakang diketahui juga disebut dalam pesan suara yang kedua. Dengan tegas, Bakang menyatakan bahwa pesan suara itu adalah Noaks.

"Yang jelas itu semua yang disampaikan oleh pembuat dan pengedar voice note itu tidak benar. Karena yang saya sendiri pun sebagai pemerintah desa kalaupun memang ada yang menyimpang dari agama otomatis kita yang lebih dekat malah lebih dekat akan cepat merespons," kata Bakang dalam sambungan telepon, Sabtu (2/10/2021).

Bakang menegaskan pihaknya bahkan sudah melakukan klarifikasi kepada Ustaz Encep, klarifikasi dilakukan bersama unsur Kecamatan Surade dan pihak kepolisian.

"Itu sudah dibuktikan, kami bersama pemerintah kecamatan, kemarin camat dan polsek sudah sowan ke rumah bahkan kita sudah mempertanyakan kejelasannya ke pihak Ustaz Encep dan itu benar-benar tidak benar alias Hoaks Dan Ustaz Encep siap di euwwrmanapun dibawa disaksikan untuk memberikan kesaksian dan pernyataan sikap beliau siap," pungkas Bakang.

Ustaz Encep yang disebut-sebut sebagai wali yang dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul ternyata sudah melaporkan pembuat dan penyebar pesan suara tersebut ke aparat kepolisian. Polisi sendiri mengaku sudah menerima laporan soal itu dan melakukan penyelidikan.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah membenarkan soal pelaporan tersebut. Polisi dikatakan sudah mengumpulkan keterangan dari lokasi kejadian termasuk memeriksa Ustaz Encep yang disebut sebagai wali dalam pesan suara yang beredar.

"Munculnya keresahan di warga terkait adanya dugaan seseorang yg mengaku sebagai wali, Polres melakukan langkah awal melakukan pulbaket dilokasi baik terhadap ustaz yang diduga maupun keterangan saksi sekitar lokasi," kata Dedy, Sabtu (2/10/2021).

Hasil keterangan awal, polisi tidak menemukan fakta bahwa Ustaz Encep menyatakan diri sebagai wali.

"Hasil Pulbaket awal diketahui bahwa ustaz tersebut tidak pernah menyatakan dirinya sebagai wali, sehingga yang bersangkutan merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukabumi," jelas Dedy.

DPC Gerakan Pemuda Ansor, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi siap membela Ustaz Encep yang diisukan mengaku wali dan dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul.

Hamdin Al-Murdani, ketua DPC GP Ansor Kecamatan Surade mengatakan Ustaz Encep merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas, Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade.

"Yang pertama karena saya secara pribadi dan atas nama lembaga GP Ansor Surade ikut terlibat kegiatan selama kurang lebih 25 hari (di Ponpes Nurul Ikhlas). Di hari terakhir ponpes kerjasama dengan GP Ansor untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, Istigosah dan haol akbar," kata Hamdin menjelaskan sejumlah foto yang tersebar dan menampilkan sosok Ustaz Encep, Sabtu (2/10).

"Dari awal pertama sampai ke hari 25 tidak sekalipun Ajengan Encep mengatakan bahwa dirinya adalah wali yang dilantik Nabi Khidir bahkan Nyi Roro kidul, sampai menjamin jamaahnya masuk surga. Sama sekali beliau tidak pernah berbicara seperti itu, jadi apa yang dibicarakan orang lain yang di pesan suara itu semuanya hoaks. Semuanya bohong dan sayapun berani bertanggung jawab karena saya terlibat selama 25 hari dari awal sampai akhir," beber Hamdin. [detik]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita