Ketua Rekat Sebut Cuitan Pigai Rasis: Kritik Pejabat Publik Jangan Bawa-bawa Daerahnya!
logo

4 Oktober 2021

Ketua Rekat Sebut Cuitan Pigai Rasis: Kritik Pejabat Publik Jangan Bawa-bawa Daerahnya!

Ketua Rekat Sebut Cuitan Pigai Rasis: Kritik Pejabat Publik Jangan Bawa-bawa Daerahnya!


GELORA.CO - Ketua Yayasan Rekat Indonesia Eka Gumilar menilai cuitan eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di Twitter bernada rasis.

Menurut Eka, kritikan pigai terhadap Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggunakan bahasa yang sangat tidak sopan.

"Maaf bung Pigai, bahasa anda kenapa jadi rasis gini ya. Seperti bahasa berandalan tengik yang sedang setress berat ?!", kata Eka melalui akun twitternya, Senin (4/10).

Eka lalu menyarankan Natalius Pigai meminta maaf atas cuitannya tersebut.

"Wajar mengkritisi kebijakan pejabat publik, tapi jangan bawa-bawa nama daerahnya, publik bisa salah arti Bung. Sebaiknya Anda gentle minta maaf", tegasnya.

Pigai sebelumnya menulis pernyataan di Twitter akun @NataliusPigai2. Di situ, Pigai meminta publik tidak memercayai Jokowi dan Ganjar.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dgn kata-kata rendahan rasis, monyet, dan sampah. Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang Ketidakadilan," tulis Pigai.

Tulisan itu kemudian menuai reaksi netizen yang menilai pria kelahiran 25 Desember 1975 itu menyampaikan narasi rasis.

Pigai kemudian memberikan klarifikasi lanjutan di Twitter. Dirinya mengaku tidak rasis kepada suku tertentu dari tulisannya.

"Antara frasa Jawa Tengah dan Jokowi itu tidak ada tanda koma, silakan baca twitter awal. Ingat saya tidak akan mundur. Bongkar ketidakadilan," tutur Pigai. (*)
close
Subscribe