Kader Banteng Pro Ganjar Disebut Celeng Saat Hasil Survei Kian Mentereng

Kader Banteng Pro Ganjar Disebut Celeng Saat Hasil Survei Kian Mentereng

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga merangkap Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, menyebut seluruh kader PDIP adalah barisan yang diperintah. 

Kader yang tidak tunduk pada perintah, termasuk yang melakukan dukungan dini terhadap capres, disebutnya bukan banteng melainkan celeng.

"PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapapun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah," kata Bambang di Sukoharjo, Sabtu (9/10/2021).

Bambang menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah keluar dari barisan. Untuk itu, pimpinan dari oknum tersebut harus memberikan sanksi.


"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," tegasnya.

Bambang pun tidak mempermasalahkan jika dianggap keras. Sebab menurutnya, kader harus tahu bagaimana tegak lurus terhadap arahan ketua umum.

"Keras sekali kau Pacul, ya memang begini. Itu untuk menunjukkan garis yang benar. Di Kongres V itu jelas capres cawapres di tangan ketua umum," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo mendeklarasikan diri siap mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024 Sabtu (25/9) petang.

Kelompok relawan itu dipimpin Albertus Sumbogo, yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo. Dia mengaku siap menghadapi sanksi partai, karena sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partai akan menjatuhkan sanksi bagi kader yang mendukung atau didukung dalam Pilpres 2024 sebelum ketua umum memutuskan calonnya.

Sementara itu, terkait hasil survei terbaru yang menunjukkan tren elektabilitas Ganjar Pranowo naik tajam untuk Pilpres 2024, Bambang Wuryanto mengingatkan fakta survei Ganjar di Pilgub 2013 yang jeblok, namun jutsru malah keluar sebagai pemenang.

"Survei itu bersifat sementara, dia bisa berubah ketika ada aksi-aksi di dalamnya. Pak Ganjar Maret 2013 belum ada angkanya, Bibit juga keluar angkanya (angka tinggi). Tapi dengan effort yang bagus, aksi yang bagus, menang," ujar lelaki yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.


Dia menyebut survei hanyalah sebuah potret. Hasilnya bisa naik dan turun tergantung aksi yang dilakukan calon terkait.

"Survei hanya potret, (survei Ganjar) bisa turun, bisa naik, survei itu potret. Seperti kamu tak potret, hidung kurang mancung, dimancungin bisa," cetusnya.

Dalam hasil survei terakhir yang dirilis Kamis (7/10) lalu, SMRC menyebut tren Prabowo mengalami penurunan, sedangkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, yang ada di urutan kedua dan ketiga, mengalami tren kenaikan.

"Dibanding hasil survei Mei 2021, dukungan untuk Ganjar pada September 2021 dalam simulasi 3 nama menguat dari 25,5% menjadi 29,3%. Anies sedikit naik dari 23,5% menjadi 25%. Sedangkan Prabowo cenderung melemah dari 34,1% menjadi 30,8%," kata Direktur Survei SMRC, Deni Irvani.

Kemudian di survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research yang dirilis pada Jumat (8/10) menunjukkan nama Ganjar Pranowo berada di posisi teratas survei capres. Ganjar menempati urutan pertama survei indEX Research dengan skor 17,5 persen. Prabowo Subianto menyusul di urutan kedua dengan skor 17,1 persen. Sedangkan posisi ketiga ditempati Ridwan Kamil dengan skor 13,8 persen.


Peneliti indEX Research, Hendri Kurniawan, mengatakan selain 3 nama tersebut, ada 13 nama lain yang diprediksi masuk bursa capres 2024. Di antaranya Anies Baswedan hingga Sandiaga Uno.

"Ganjar, Prabowo, dan RK menguasai tiga besar calon presiden, sedangkan Puan dan Airlangga merayap di papan bawah," ujar Hendri dalam keterangannya, Jumat (8/10).(detik)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita