Buni Yani Sentil Simpatisan Gus Dur: Jangan karena Dekat dengan Kekuasaan lalu Merasa Selalu Benar
logo

1 Oktober 2021

Buni Yani Sentil Simpatisan Gus Dur: Jangan karena Dekat dengan Kekuasaan lalu Merasa Selalu Benar

Buni Yani Sentil Simpatisan Gus Dur: Jangan karena Dekat dengan Kekuasaan lalu Merasa Selalu Benar


GELORA.CO -  Ketua DPP Partai Ummat Buni Yani beri peringatan kepada para pendukung dan simpatisan Gus Dur.

Hal ini merespon cuitan rekan separtainya, Mustofa Nahrawardaya yang sebelumnya dinilai warganet telah mengejek Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Wahai para buzzer dan para pendukung dan simpatisan Gus Dur. Kalau kalian tidak suka perumpamaan, maka jangan bikin perumpamaan,” tulis Buni Yani lewat akun Twitternya @1keadilan, dikutip pada Jumat (1/10/2021).

Mantan narapidana kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu beranggapan Mustofa Nahrawardaya hanya membalas perumpamaan bukan hinaan.

Sehingga ia menegaskan untuk para simpatisan Gus Dur tidak selalu merasa benar karena dekat dengan kekuasaan.

“Mas @TofaTofa_id hanya membalas perumpamaan yang bukan hinaan. Jangan karena kalian merasa dekat dengan kekuasaan lalu selalu merasa benar,” tegasnya.

Sebelumnya, politikus Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya jadi bulan-bulanan netizen lantaran berceloteh di Twitter lewat akunnya @TofaTofa_id, Kamis (30/9/2021).

Aktivis media sosial itu membalas unggahan pemilik akun @TemenggungPerm1 berupa gambar Gus Dur tengah tertawa.

Pada gambar tersebut juga tertera tulisan soal PKI yang diklaim dikatakan oleh Gus Dur.

“PKI kok ditakutin, itu mainan Soeharto. Film anak2 untuk anak2. Film dewasa utk org dewasa. Film PKI ya khusus utk PKI lah. Gitu aja kok repot,” demikian isi tulisan di gambar tersebut.

Mustofa Nahrawardaya lantas membalas begini: “Film Si Buta dari Goa Hantu, untuk siapa?”

Komentar bernada satire ini lah yang kemudian mengganggu ketenangan warganet. Utamanya para pendukung Gus Dur.

Sontak saja pria yang dikenal sebagai aktivis media sosial itu menjadi bulan-bulanan netizen. Ia dinilai telah menghina almarhum Gus Dur. [fajar]
close
Subscribe