Banjir Parah di Aceh, Tujuh Desa Terendam, 1.200 Jiwa Terpaksa Mengungsi
logo

1 Oktober 2021

Banjir Parah di Aceh, Tujuh Desa Terendam, 1.200 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Banjir Parah di Aceh, Tujuh Desa Terendam, 1.200 Jiwa Terpaksa Mengungsi


GELORA.CO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Utara dan sekiranya dalam dua hari terakhir, mengakibatkan Krueng Pase meluap hingga membuat dua kecamatan yakni Kecamatan Samudera dan Kecamatan Geureudong Pase.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Utara Murzani di Aceh Utara, Jumat, mengatakan luapan Krueng Pase terjadi sejak Kamis 30 September 2021 malam.

“Saat itu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Geureudong Pase yang mengakibatkan mengalir ke kawasan pemukiman penduduk. Dua kecamatan kecamatan terendam banjir,” katanya, dikutip dari antara.

Menurut Murzani, saat ini banjir terparah dengan ketinggian mencapai satu meter merendam tujuh desa di Kecamatan Samudera, sementara di Kecamatan Geureudong Pase banjir sudah mulai surut.

Adapun tujuh desa yang terdampak banjir yakni Desa Mancang, Tanjong Awe, Blang Kabu, Meunasah Hasan, Teupin Ara, Mesjid dan Krueng Baro Langkahan.

“Bahkan banjir di Kecamatan Samudera sampai merendam badan jalan dengan ketinggian 50 centimeter. Akibatnya terjadi kemacetan panjang dan banyak kendaraan roda dua mogok saat melintasi jalan tersebut,” sebutnya.

Murzani menambahkan, Desa Mancang di Kecamatan Samudera adalah yang paling parah terkena banjir. BPBD Aceh Utara telah mengerahkan tim untuk membantu warga terdampak banjir.

“Data sementara total warga Desa Mancang yang terpaksa mengungsi akibat banjir mencapai 389 kartu keluarga (KK) atau 1.200 jiwa yang terbagi di empat dusun. Saat ini kita sudah bangun dapur umum dan tenda-tenda pengungsian bagi warga,” katanya.

Muzani menyebutkan, jika hujan masih berlanjut, maka dikhawatirkan banjir akan merendam beberapa kecamatan lainnya di Aceh Utara.

“Kondisi cuaca saat ini sangat mengkhawatirkan akan terjadi banjir lanjutan. Semoga hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan luapan Krueng Pase tidak terjadi lagi,” kata Murzani.[pojoksatu]
close
Subscribe