Viral Pria Diduga Dianiaya Petugas Lapas di Medan, Kalapas Ungkap Faktanya

Viral Pria Diduga Dianiaya Petugas Lapas di Medan, Kalapas Ungkap Faktanya

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Sebuah video memperlihatkan punggung seorang pria tampak berwarna merah seperti lebam viral di media sosial (medsos). Kejadian itu disebut terjadi di Lapas Kelas I Medan, Sumatera Utara.

Dilihat detikcom, Sabtu (18/9/2021), tampak video berdurasi 45 detik memperlihatkan tubuh bagian belakang (punggung) seorang berwarna kemerahan seperti lebam. Dalam video itu, ada seorang pria berbicara. Dia awalnya meminta agar pria yang lebam-lebam itu membuka seluruh bajunya.

Lalu dia menyebut bahwa tindakan itu diduga dilakukan oleh pegawai Lapas Kelas I Medan. Dia pun menyebut bahwa mereka itu manusia bukan binatang

"Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang, kami manusia Pak," ucap pria dalam video itu.

Pria dalam video itu juga menyebut adanya pemerasan di lapas itu. Dia mengaku diminta uang senilai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.

"Kami di deren sampai bertahun-tahun di sini masalah kecil saja. Diminta uang Rp30 juta sampai Rp 40 juta, baru bisa keluar, kalau nggak kami dipukuli seperti ini kalau nggak kasih uang," ucap pria itu.

Dalam video juga disebut aksi kekerasan yang diduga dilakukan petugas lapas. Aksi kekerasan disebut terjadi di dalam sel Lapas Kelas I Medan, Tanjung Gusta.

Respons Kalapas
Sementara itu, Kalapas Kelas I Medan, Erwendi memberikan penjelasan soal video itu. Dia menyebut video itu benar terjadi di Lapas I Medan.

"Kami memang sedang melakukan pemeriksaan terkait adanya video viral tersebut. Untuk sementara diduga itu betul di Lapas I Medan," kata Erwendi dimintai konfirmasi, Sabtu (18/9/2021).

Dia tidak menjelaskan secara detail peristiwa itu. Dia menyebut petugas belum selesai melakukan pemeriksaan.

"Cuma pemeriksaan belum selesai. Yang jelas kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena pemeriksaan juga nanti juga akan dilakukan oleh tim dari Kantor Wilayah Divisi Pas terkait video tersebut," ucap Erwendi.

Selain itu, Erwendi juga membantah adanya pemerasan seperti yang dikatakan pria dalam video itu. Dia menyebut kasus itu saat ini sedang dalam pemeriksaan pihaknya.

"Jadi yang jelas itu juga masih dalam pemeriksaan. Namun saya nyatakan kalau yang itu tidak benar karena itu trapsel. Trapsel bagi orang-orang yang memang melakukan pelanggaran. Jadi memang di trapsel itu ditempatkan orang-orang yang melakukan pelanggaran," ucapnya.(detik)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita