Tolak Keras Tarif PNBP Naik, Nelayan: Ini Kok Malah Mau Membunuh!
logo

29 September 2021

Tolak Keras Tarif PNBP Naik, Nelayan: Ini Kok Malah Mau Membunuh!

Tolak Keras Tarif PNBP Naik, Nelayan: Ini Kok Malah Mau Membunuh!


GELORA.CO - Nelayan di Kecamatan Juwana, Pati, kembali menggelar demonstrasi menolak kenaikan tarif PNBP dan pungutan hasil perikanan (PHP). 

Aksi hari kedua ini diikuti lebih banyak massa, mereka menuntut pencopotan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Aksi dilakukan di kawasan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Juwana Pati. Massa membawa poster tuntutan pencopotan Menteri Trenggono. Ada pula aksi teatrikal, salah seorang peserta aksi mengenakan topeng wajah Menteri Trenggono, membopong keranda mayat, tanda matinya hati Nurani Pemerintah.

"Copot Trenggono, copot Trenggono! Copot sekarang juga. Menteri Trenggono ora mutu," teriak orator selama aksi berlangsung.

Massa yang merupakan gabungan seluruh nelayan di Kecamatan Juwana ini, berorasi dengan berjalan kaki mengelilingi kawasan TPI Juwana Pati.

Fauzan, koordinator aksi massa menyebut, aksi didasari penerbitan Peraturan Pemerintah nomor 85 Tahun 2021. Di dalamnya, memuat aturan kenaikan tarif retribusi non pajak yang kenaikannya bahkan hingga 600 persen. Dari yang Rp 500 ribu per GT, kini menjadi Rp 3 juta per GT.

"Tuntutannya membatalkan serta meninjau kembali PP 85 tahun 2021 ini, karena PP 85 tahun 2021 ini sangat merugikan nelayan. Besarnya pungutan non pajak itu naik 100 sampai 600 persen," katanya kepada wartawan di sela aksi.

Para nelayan menanggap Pemerintah saat ini bukan hanya sekadar mencekik, namun sudah berupaya membunuh mata pencaharian di sektor perikanan.

"Menurut kita kontribusi pemerintah untuk memajukan sektor perikanan ini sangat minim, lha ini kok malah mau membunuh. Ini tidak hanya mencekik, tapi sudah membunuh. Makanya ini nelayan bergabung semuanya, untuk mencopot Trenggono," ucap Fauzan.

Usai berorasi, para nelayan pun membubuhkan tanda tangan petisi dalam kertas yang kemudian diserahkan kepada pihak penanggung jawab Pelabuhan Juwana.

"Ini adalah langkah terakhir dari kita. Karena langkah audiensi, langkah kirim surat kepada Presiden, tidak ditanggapi. Kita melakukan aksi ini sebenarnya dengan terpaksa karena Pemerintah saat ini bersembunyi di balik pandemi. Agar aspirasi kita tersampaikan kepada Pemerintah," jelasnya.(detik)
close
Subscribe