Tolak Diajak Tidur Bos Diskotek, Dinar Candy Ngaku Diboikot 5 Kelab Malam
logo

6 September 2021

Tolak Diajak Tidur Bos Diskotek, Dinar Candy Ngaku Diboikot 5 Kelab Malam

Tolak Diajak Tidur Bos Diskotek, Dinar Candy Ngaku Diboikot 5 Kelab Malam


GELORA.CO -  Dinar Candy belum lama ini mengaku pernah dikira wanita panggilan. Ini terungkap saat dirinya menolak ajakan kencan berbayar bos diskotek (kelab malam). 

Usai menolak ajakan tersebut DJ (disco jokey) ini diboikot lima kelab malam selama beberapa tahun. Dinar menolak ajakan tersebut dengan alasan profesinya hanya sebagai DJ bukan wanita panggilan. 

Setelah menolak kencan tersebut, Dinar mengaku diboikot lima kelab malam. Alhasil, Dinar Candy mengalami sepi job selama bertahun-tahun karena dilarang tampil dibeberapa tempat hiburan. 

"Dinnar pernah juga di-blacklist lima klub. Gara-gara Ownernya tuh pengen ke Dinar, jadi kan ada female DJ seksi nih wah yang seksi-seksi nih bisa nih sama aku dibayar. Dibayar ya tahu lah kayak gitu, Dinar tuh ternyata nggak bisa itu Dinnar di-blacklist sampai bertahun-tahun enggak nge-DJ di sana sampai 2018-2019. Masuk nominasi Asia mereka baru undang tapi itu dengan cara profesional," kata Dinar Candy dikutip dari YouTube Venna Melinda Channel, Minggu (5/9/2021). 

Ternyata prestasi gemilangnya di dunia musik DJ, membuat klub malam tersebut berubah pikiran. Berkat namanya yang masuk nominasi DJ terbaik se-Asia, Dinar Candy disinyalir bisa membuktikan dirinya memang bukan 'wanita panggilan'. Alhasil, DJ sekaligus model seksi ini bisa kembali manggung secara profesional.

"Jadi si owner-nya enggak mau nemuin, kayak 'Ya udah si Dinar udah dibayar sama sponsor nih ya udah main DJ di tempat gue. Tapi ya dia mah enggak bisa diapa-apain, percuma' ya udah buat bisnis doang," ujarnya. 

Meski demikian, Dinar tidak menampik banyaknya DJ wanita yang menerima panggilan pria hidung belang. Ini untuk menambah pendapatannya selain dari hasil manggung sebagai DJ. 

"Jadi female DJ di Indonesia tidak bisa dipungkiri memang ada yang seperti itu, banyak malah. Tapi tidak semuanya seperti itu," kata Dinar Candy. [inews]