Sosok Kompol Hari Sutrisno, Tangkap Pria Bentangkan Poster, Jabat Kabag Ops Polres Kediri
logo

8 September 2021

Sosok Kompol Hari Sutrisno, Tangkap Pria Bentangkan Poster, Jabat Kabag Ops Polres Kediri

Sosok Kompol Hari Sutrisno, Tangkap Pria Bentangkan Poster, Jabat Kabag Ops Polres Kediri


GELORA.CO - Kabag Ops Polres Blitar Kota Kompol M. Hari Sutrisno menjadi sorotan usai menahan pria yang diduga berprofesi sebagai penernak ayam saat membentangkan poster ke iring-iringan yang dikendarai Presiden Jokowi di Blitar.

Saat itu Presiden Jokowi telah rampung meninjau vaksinasi Covid-19 di area PIPP Kota Blitar dan menuju Makam Bung Karno.

Saat iring-iringan mobil yang dikendarai Presiden Jokowi yang membuka kaca mobilnya juga hingga terlihat sang Presiden sedang melambaikan tangannya.

Pada saat bersamaan juga pria itu membentangkan posternya bertuliskan 'Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar'.

Namun setelah pria itu membentangkan poster tuntutan peternak, sontak saja ada pria yang mengenakan jaket hitam langsung merebut poster itu.

Melihat insiden itu, Kabagops Polres Blitar Kota Kompol Hari Sutrisno langsung mendatangi pria peternak ayam.

Polisi kemudian membawa pria yang tak dikenal itu untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Diketahui Kompol Hari Sutrisno menjabat sebagai Kabag Ops Polres Blitar sejak tahun 2018. Sebelumnya dia pernah menduduki jabatan Kasat Sabhara Polres Blitar.

Dinilai berlebihan

Tindakan polisi menangkap warga yang membentangkan poster protes saat kedatangan Presiden Jokowi di Blitar dinilai berlebihan.

Diketahui seorang peternak ayam diamankan saat menaikkan poster  'Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar'.

Itu dilakukan saat Presiden Jokowi telah rampung meninjau vaksinasi Covid-19 di area PIPP Kota Blitar dan menuju Makam Bung Karno.

Profesor Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menilai tindakan aparat polisi yang mengamankan pria yang membentang poster sebagai tindakan yang berlebihan.

"Ini tindakan yg berlebihan. Warga mengangkat poster yg isinya minta bantuan ke Pak Jokowi. Isinya sopan. Tidak mengancam keselamatan Presiden," tulis Gus Nadir seperti yang dikutip Indozone, Rabu (8/9/2021).

Gus Nadir menilai harusnya aparat hukum tidak bertindak demikian, karena pria pendemo itu tidak mengganggu ketertiban umum.

"Tidak mengganggu ketertiban umum. Gak perlu dirampas posternya & orangnya ditangkap. Harus ada briefing dari Kapolri kpd anak buahnya," katanya. [indozone]