Siapa Berani Usung LBP di Pilpres?
logo

7 September 2021

Siapa Berani Usung LBP di Pilpres?

Siapa Berani Usung LBP di Pilpres?


GELORA.CO - Rencana deklarasi LBP For RI 1 sempat ramai pertengahan Agustus 2021 lalu. Acara dibuat oleh gerakan Pemuda Perubahan untuk mendukung Luhut Binsar Panjaitan atau LBP bertarung di Pilpres 2024. Bagaimana sebenarnya elektabilitas LBP?

Nama LBP muncul dalam survei tingkat keterpilihan calon presiden (Capres) potensial beberapa lembaga. Pertama, survei Arus Survei Indonesia (ASI). Lembaga ini melakukan survei capres 2024 khusus tokoh berlatar belakang TNI. Hasilnya, elektabilitas LBP yang juga Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi menempati posisi ketiga dengan angka 10,1 persen.

Survei dilaksanakan pada 1 hingga 7 Mei 2021 dengan melibatkan responden di 34 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan cara telesurvei atau responden diwawancara melalui kontak telepon. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ASI memotret elektabilias LBP di bawah Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memiliki elektabilitas 13,9 persen, sementara Hadi Tjahjanto yang saat ini menjabat Panglima TNI memiliki elektabilitas 10,4 persen. 

Nama LBP juga muncul dalam survei platform Nyari Presiden 2024 (Nyapres 2024). Survei dilakukan dalam kurun waktu 17 April–10 Mei 2021. Jika ASI memotret elektabilitas capres berlatar belakang militer, survei Nyapres 2024 justru memotret capres kalangan non muslim.

Survei nasional Nyapres 2024 dilakukan secara online dengan melibatkan 1.310 responden yang tersebar di 32 provinsi. Masing-masing responden diberi pilihan untuk tokoh non muslim siapa yang paling layak untuk dicalonkan. Hasilnya,hampir mirip dengan survei ASI, dimana LBP tidak menjadi pilihan teratas. Nama LBP menempati posisi keempat dengan raihan 7,48 persen, jauh di bawah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menempati posisi pertama dengan dukungan 34,58 persen.

Bahkan, nama mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Gubenur Papua Lukas Enembe dianggap sebagai tokoh non muslim yang lebih pantas dicalonkan daripada LBP. Igantius mendapatkan angka dukungan 18,09 persen, dan Lukas 9,08 persen. Namun, berdasarkan survei yang sama, LBP lebih layak dicalonkan bila dibandingkan Rocky Gerung yang hanya memperoleh 2,29 persen dukungan.

Lumayan baru adalah survei Charta Politika. Lembaga pollster yang dikomandani Yunarto Wijaya ini merilis hasil survei elektabilitas capres pada pekan kedua Agustus 2021 lalu.

Survei dilakukan pada periode 12 sampai 20 Juli 2021 kepada 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dan memiliki margin of error sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Survei memuat tiga simulasi yakni banyak nama, 10 nama dan lima nama. Dari hasil survei diketahui nama LBP masuk dalam simulasi banyak nama namun tidak masuk dalam dua simulasi berikutnya. Elektabilitas LBP, berdasarkan survei Charta Politika, adalah sebesar 0,2 persen. Elektabilitas LBP menempati urutan 26 dari 36 nama tokoh yang ada dalam simulasi.

Nama LBP juga muncul dalam survei elektabilitas capres Indonesia Political Opinion (IPO). Survei digelar pada 2-10 Agustus 2021 terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling.

IPO menyatakan tingkat akurasi survei berada pada angka 97 persen dengan margin of error -/+2,5 persen.

Survei menampilkan temuan tingkat keterpilihan terhadap 20 nama tokoh yang dianggap potensial pada Pilpres 2024. LBP menempati urutan ke-16 dengan elektabilitas sebesar 0,3 persen. Berdasarkan survei IPO ini, elektabilitas LBP yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar bahkan kalah moncer dibandingkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang memiliki elektabilitas sebesar 2,4 persen.

Kembali ke acara deklarasi LBP For RI 1, Koordinator Pemuda Perubahan Muhammad Sifran menyampaikan alasan dirinya berinisiatif menggalang dukungan mendorong LBP maju sebagai capres. 

Menurut dia, LBP adalah tokoh dengan jiwa nasionalisme tinggi terhadap NKRI dengan segudang pengalaman mulai dari militer, pengusaha, duta besar, dan menteri.

Selain itu, LBP adalah figur yang bersih dari korupsi dan juga figur pejabat yang diterima oleh tokoh politik nasional dan internasional.[akurat]