Pangi: Kita Pernah Trauma dengan Otoriter, Keberhasilan Anies Jaga Demokrasi Jadi Nilai Tambah
logo

6 September 2021

Pangi: Kita Pernah Trauma dengan Otoriter, Keberhasilan Anies Jaga Demokrasi Jadi Nilai Tambah

Pangi: Kita Pernah Trauma dengan Otoriter, Keberhasilan Anies Jaga Demokrasi Jadi Nilai Tambah


GELORA.CO - Keberhasilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertahankan predikat kota paling demokratis milik ibukota selama empat kali berturut-turut, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi partai politik dalam mempersiapkan calon pemimpin pada gelaran Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, salah satu alasan kuatnya adalah rasa trauma bangsa Indonesia ketika dipimpin oleh pemimpin otoriter.

"Kita pernah trauma dengan pemimpin yang otoriter dan represif," katanya.

Sehingga, kata Pangi, ketika ada figur seperti Anies Baswedan yang mempu merawat keberlangsungan demokrasi di DKI Jakarta, maka hal ini pun menjadi satu nilai tambah bagi figur pemimpin.

"Kita hormat pada pemimpin yang demokratis dan menghargai kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul (freedom of spech and freedom of exspression),” terangnya.

Indeks Demokrasi Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi tertinggi dalam rilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Badan Pusat Statistik (BPS). Prestasi ini menjadi yang keempat kali sejak 2017 di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Berdasarkan data BPS, IDI Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat satu secara nasional dengan nilai indeks sebesar 89,21.

Nilai IDI DKI Jakarta tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,92 poin dibanding tahun 2019 yang sebesar 88,29.

Menduduki posisi pertama provinsi paling demokratis, nilai IDI DKI terus bertumbuh, yakni 84,73 pada 2017 dan 85,08 pada 2018. [rmol]