NU Kecam Gus Idris Bikin Konten Pasangan Gancet: Dia Buat Ulah Lagi
logo

8 September 2021

NU Kecam Gus Idris Bikin Konten Pasangan Gancet: Dia Buat Ulah Lagi

NU Kecam Gus Idris Bikin Konten Pasangan Gancet: Dia Buat Ulah Lagi


GELORA.CO - Viral sebuah video yang memperlihatkan Youtuber, Idris Al Marbawi atau Gus Idris dengan konten pasangan diduga di luar nikah sedang berzinah dan mengalami gancet. Video itu diunggah di akun Gus Idris Official dengan judul AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS' dan telah dilihat 699 ribu kali. 

Kehebohan ini membuat Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Malang Zulham Mubarak mengecam tindakan Idris. Konten ini diduga berbau pornografi karena berdakwah di depan pasangan gancet yang hanya ditutupi selimut.

Padahal sebelumnya dia telah meminta maaf atas konten-konten yang dianggap meresahkan seperti pura-pura diteror dan ditembak oleh orang tak dikenal. Kepala ulama NU di Malang, Gus Idris telah berjanji tidak akan membuat konten yang meresahkan lagi. 

Bahkan, selain meminta maaf dia juga berjanji akan melakukan dakwah dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Dengan postingan terbaru, Zulham menilai Idris melanggar janjinya karena tidak melakukan dakwah secara santun sesuai nilai-nilai NU. 

"Dia buat ulah lagi terus terang kami kecewa. Dia mengaji di depan orang berzinah kan melenceng dari syariat Islam dan juga budaya Indonesia. Ini sudah melenceng, padahal beberapa bulan lalu minta maaf dan berjanji. Saya juga belum menarik aduannya di Polisi (soal konten sebelumnya)," kata Zulham, Rabu, 8 September 2021.

Sebelumnya, Idris menjadi tersangka hoax konten penembakan dirinya. Dia membuat konten seakan-akan ditembak orang tak dikenal hingga berdarah. Belakangan kasus itu ditangani oleh polisi pada Juni 2021 lalu. Hasil pemeriksaan polisi Idris mengakui bahwa konten itu settingan atau konten bohong. 

Saat itu Idris tidak ditahan oleh Polres Malang karena dinilai kooperatif selama pemeriksaan. Selain itu, itikad baik dengan meminta maaf kepada ulama terutama pada Nahdatul Ulama menjadi salah satu pertimbangan polisi tidak menahan Idris. 

Kini Zulham meminta polisi menangkap Idris dan menahannya. Apalagi laporan soal video hoax yang Zulham lakukan belum dicabut. Dia menekankan polisi untuk memberikan efek jera pada Idris agar tidak melakukan aksi serupa dengan pembuatan konten yang meresahkan. 

"Ini viral loh. Kalau sudah kayak gini kami meminta dilakukan penahanan tidak usah dibebaskan. Karena sudah melanggar janji. Ini kami akan bergerak ke Polres Malang," ujar Zulham. [viva]