Mahfud MD: Pemerintah akan Bangun Lapas Baru di Lahan BLBI
logo

8 September 2021

Mahfud MD: Pemerintah akan Bangun Lapas Baru di Lahan BLBI

Mahfud MD: Pemerintah akan Bangun Lapas Baru di Lahan BLBI


GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah berencana menggunakan tanah hasil sitaan negara terkait kasus kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebagai lokasi pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) baru. Hal ini dikatakan Mahfud, setelah Lapas Klas 1 Tanggerang mengalami kebakaran hebat pada Rabu (8/9) dini hari yang mengakibatkan 41 warga binaan meninggal dunia.

Lapas Klas I Tangerang juga disebut oleh Mahfud sudah kelebihan kapasitas sampai 400 persen.

“Saya sudah bicara dengan Kementerian Keuangan tadi, tanah-tanah dari BLBI yang sekarang kami kuasai itu oke (bisa dijadikan lapas baru, Red),” ujar Mahfud dalam jumpa pers di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9).

Mahfud mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonn H Laoly terkait pemanfaatan lahan hasil sitaan negara di kasus BLBI ini.

“Saya katakan kalau orang membangun itu, kan perlu uang dan perlu tanah. Saya katakan sudah saya yang cari tanahnya, Anda perlu berapa ribu hektare nanti kita cari biayanya,” katanya.

Mahfud menuturkan fenomena kelebihan kapasitas ini sudah kerap ia temui sejak menjadi Anggota DPR pada 2004 silam. Dirinya sudah berkeliling ke beberapa tempat dan menemukan problematika serupa.

“Jadi satu kamar yang tidak terlalu luas itu isinya bisa 30-40 orang,” ungkapnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, sebenarnya sudah lama pemerintah ingin membangun lapas baru. Namun, semua itu belum terlaksana karena kekurangan anggaran.

“Sejak tahun 2004 ini dicarakan terus antara pemerintah dengan DPR, tetapi selalu tidak jadi karena pertimbangan anggaran, dan pertimbangan ini-itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly menyebut bahwa Lapas Klas 1 Tangerang overkapasitas hingga 400 persen dengan penghuni sebanyak 2.072. Yasonna juga menyebut kondisi lapas tersebut sudah sangat tua. Dibangun sejak 1977 dan sejak diresmikan pada 1982, Lapas Klas I Tangerang sama sekali belum pernah diperbaiki kelistrikannya.[jawapos]