Diduga Belajar Ilmu Hitam, Ortu di Sulsel Cungkil Mata Anaknya
logo

4 September 2021

Diduga Belajar Ilmu Hitam, Ortu di Sulsel Cungkil Mata Anaknya

Diduga Belajar Ilmu Hitam, Ortu di Sulsel Cungkil Mata Anaknya


GELORA.CO - Seorang anak perempuan AP (6), harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Syekh Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). AP menjadi korban penganiayaan oleh orang tua (ortu) sendiri.

Korban dicungkil matanya oleh orang tuanya diduga sebagai syarat belajar ilmu hitam. Selain ortu kandung, diduga ada pihak lain yang terlibat.

"(Ilmu hitam) Ya seperti itu. Karena dia lihat di matanya ada sesuatu, berusaha mengambil, jadi berempat dia (pelaku) itu dianiaya, kayak orang dianiaya, karena bapaknya pegang rambutnya, sama omnya, kemudian kakeknya yang pegang kakinya," kata keluarga korban, Agus, kepada wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Kedua orang tua korban, yakni ayah TT (58) dan ibunya (HA) diduga sedang mendalami ilmu hitam. Ilmu hitam ini membuatnya kerap berhalusinasi hingga menjadikan anaknya sebagai tumbal.

"Jadi ini mungkin orang tuanya, kemarin itu jadi, orang tanyakan apa begitu, jadi anaknya yang dijadikan kayak tumbal," jelasnya.

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Kamis (3/9). Saat itu, kedua orang tuanya baru saja memakamkan anaknya DD (22) yang juga meninggal dunia.

DD juga disebut meninggal dunia akibat ulah kedua orang tuanya. Diduga DD menjadi korban akibat ilmu hitam yang didalami orang tuanya.

"Untuk sementara dari informasi yang saya dengar, kakaknya ini meninggal ini karena dicekokin garam 2 liter, sampai pembuluh darahnya pecah," terangnya.

Saat ini korban sedang menjalani perawatan dan pemulihan di RS Syekh Yusuf Makassar. Korban disebut mengalami sejumlah luka di sejumlah bagian tubuhnya seperti leher, lengan, paha, hingga muka.

"(Kondisinya korban) mengembalikan psikologis untuk kondisi kesehatan, ini sudah mulai membaik, sedang bermain, dibanding kemarin itu buka mata yang satunya saja susah," paparnya.

detikcom berusaha menghubungi polisi terkait penanganan kasus ini. Namun hingga berita ini ditulis, telepon maupun pesan yang dikirimkan belum mendapatkan respons.(detik)