Cerita Pilu Napi Lapas Tangerang: Kubur Impian Nikahi Tunangan, Padahal 90 Hari Lagi Bebas
logo

9 September 2021

Cerita Pilu Napi Lapas Tangerang: Kubur Impian Nikahi Tunangan, Padahal 90 Hari Lagi Bebas

Cerita Pilu Napi Lapas Tangerang: Kubur Impian Nikahi Tunangan, Padahal 90 Hari Lagi Bebas


GELORA.CO - Frengky Tjong (33) harus mengubur penantiannya selama tujuh tahun untuk berkumpul bersama kakak kandungnya Hengky Gunawan Tjong (35) yang menjadi korban kebakaran Lapas Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9/2021).

Hengky merupakan narapidana kasus narkotika yang tinggal 90 hari lagi menyelesaikan masa hukumannya di Lapas Tangerang.

Raut wajah sedih nampak terlihat saat Frengky mendatangi posko Antemortem untuk memberikan data pribadi kakaknya untuk dilakukan identifikasi jenazah di Rumah Sakit Polri, Kramat, Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021) malam.

"Tinggal tiga bulan lagi begini (bebas)," ucap Frengky kepada suara.com.

Yang makin membuat Frengky sedih adalah fakta, sang kakak baru menggelar pertunangan dengan kekasihnya satu bulan lalu.

Saat itu, mendiang Hengky memberikan cincin kepada sang kekasih saat menjenguknya di Lapas Tangerang. Keduanya pun sudah memakai cincin yang sama dengan ukiran nama mereka berdua.

"Sudah tunangan, waktu pas dia (kekasihnya) bulan kemarin jenguk. Ya, tunangan, kasih cincin," ungkap Frengky.

Maka itu, Frengky pun meyakini dapat mengenali Hengky dengan melihat cincin yang dipakainya itu. Lantaran sejak bertunangan, cincin yang dipakai Hengky dan kekasihnya tidak pernah dilepas.

"Dia ada cincin tunangan di sebelah kanan, nggak pernah dilepas," katanya.

Frengky menceritakan, kakaknya Hengky mempunyai keinginan setelah menghirup udara bebas, akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya itu. Namun, ternyata takdir berkata lain.

"Berarti dua bulan itu keluar langsung nikah. Sebenernya orang tua saya juga sudah ngomong juga," kata Frengky.

Kata dia, Hengky sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya selama tiga tahun. Namun, baru dapat merayakan tunangan secara simbolis dengan memberikan cincin kepada kekasihnya bulan lalu. Hal itu karena Hengky harus mengumpulkan uang lebih dulu untuk membeli cincin tersebut.

Frengky pun juga memperlihatkan screen shot foto terakhir Hengky saat melakukan video vall dengan kekasihnya, malam sebelum kebakaran terjadi pada Rabu dini hari. Foto itu diambil oleh kekasihnya.

Di mana, mereka berdua menunjukan cicin tunangan mereka dalam foto tersebut. Maka itu, Freengky meyakini dapat mengenali jenazah kakaknya dengan melihat cincin tersebut.

"Tunangannya sempet video call semalam jam 8, masih kasih ngeliat cincin di sebelah kanan ini. Saya yakin ini cincinnya masih ada. Malamnya nih jam 8, kan kejadian jam 2 nih kebakaran, nah itu," ujar Frengky

Frengky menyebut tunangan kakaknya sangat sedih sekali. Tak lepas terus menanyakan kepastian jenazah Hengky dengan terus meneleponya. Ia, pun hanya meminta tunangan kakaknya itu untuk sabar dan tabah atas musibah yang terjadi.

"Dia nelpon saya terus, tapi saya bilang sudah terjadi, musibah ya mau gimana gitu, udah nggak bisa apa-apa," katanya.

Diketahui, 41 jenazah korban kebakaran di Lapas Tangerang kini telah berada di RS Polri.

Tim DVI Forensik Mabes Polri untuk dapat mengidentifikasi jenazah tentunya memerlukan sejumlah data sebelum korban ini meninggal dunia. Baik data primer maupun data sekunder.

Adapun yang dimaksud data primer yang dibutuhkan Tim DVI, meliputi sidik jari, DNA, dan Gigi. Sedangkan data sekunder meliputi foto semasa hidup hingga pakaian yang dikenakan korban.

"Tim memohon kepada keluarga agar dapat segera ke pos antemortem untuk memberikan data-data yang berkaitan dengan 41 korban yang telah diterima oleh RS Polri," Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono dalam konferensi persnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi blok C Lapas Kelas 1 Tangerang pukul 01.45 WIB Rabu dini hari.

Dilaporkan ada sebanyak 41 narapidana yang tewas karena diduga terjebak di dalam kobaran api. Berdasarkan data sementara, korban luka delapan orang dan korban luka ringan sebanyak 72 orang. (suara)