Beredar Dokumen AS di Balik Covid-19
logo

9 September 2021

Beredar Dokumen AS di Balik Covid-19

Beredar Dokumen AS di Balik Covid-19


GELORA.CO - Asal usul virus Korona sampai detik ini belum terungkap. Akan tetapi, baru-baru ini justru beredar dokumen publik bahwa pemerintah AS telah menggelontorkan USD 3,1 juta kepada organisasi kesehatan ‘EcoHealth Alliance’ untuk mendukung penelitian Covid-19 di Institut Virologi (WIV) Wuhan Tiongkok.

Laporan Fox News, menurut kantor berita AS The Intercept, nilai total proyek penelitian itu mencapai USD 3,1 juta. Buntutnya, nama Ahli Penyakit Menular dr Anthony Fauci ikut dituding berbohong.

Senator AS Rand Paul mengatakan bahwa dokumen publik yang baru tersebut menunjukkan bahwa dr. Anthony Fauci berbohong selama kesaksiannya sebelumnya di Kongres. Dana hibah itu termasuk USD 599 ribu yang digunakan Institut Virologi Wuhan guna mengidentifikasi dan mengubah virus Korona kelelawar yang kemungkinan menginfeksi manusia.

Senator AS Rand Paul mengatakan bahwa dokumen publik itu mengungkapkan sejauh mana pendanaan AS untuk penelitian virus Korona di Wuhan menunjukkan bahwa Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS (NIAID) dr Anthony Fauci berbohong selama kesaksiannya sebelumnya di Kongres, Fox News melaporkan. Fauci sebelumnya membantah adanya pendanaan semacam itu oleh AS. Mengutip laporan itu, Senator AS untuk Kentucky mengatakan dia telah meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres.

“Saya telah meminta untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres. Laporan ini harus memperjelas bahwa dia perlu dimintai pertanggungjawaban,” kata Paul.

Selain itu, dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa penelitian eksperimental pada tikus rekayasa genetika dengan reseptor sel manusia dilakukan di Pusat Percobaan Hewan Universitas Wuhan, dan bukan di WIV seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sebelumnya, profesor biologi kimia Universitas Rutgers Richard Ebright juga mengecam Direktur Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) dan Kepala NIAID Fauci.

“Dokumen tersebut memperjelas bahwa pernyataan Direktur NIH, Francis Collins, dan Direktur NIAID, Anthony Fauci, bahwa NIH tidak mendukung penelitian gain-of-function. Dan potensi peningkatan patogen pandemi di WIV adalah tidak benar,” kata Ebright.

Bahkan, sebelum pandemi, banyak ilmuwan khawatir tentang potensi bahaya yang terkait dengan eksperimen semacam itu. Sebelumnya, laporan anggota parlemen Republik yang menyelidiki asal-usul Covid-19 yang dirilis bulan lalu telah menyimpulkan bahwa wabah pandemi berasal dari virus rekayasa genetika yang bocor dari Institut Virologi Wuhan, pertama kali terdeteksi pada Desember 2019. [fajar]