Prabowo-Ganjar Duet Maut Pilpres 2024, Mungkinkah? Begini Analisis Pengamat
logo

29 Agustus 2021

Prabowo-Ganjar Duet Maut Pilpres 2024, Mungkinkah? Begini Analisis Pengamat

Prabowo-Ganjar Duet Maut Pilpres 2024, Mungkinkah? Begini Analisis Pengamat


GELORA.CO - Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ramai digadang-gadang sebagai duet maut yang akan maju sebagai pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

Rupanya wacana tersebut menguat setelah keduanya menduduki posisi tertinggi elektabilitas capres mendatang berdasarkan survei yang dilakukan oleh Fixpoll.

Sebagai informasi, Prabowo Subianto menempati posisi pertama, sedangkan Ganjar Pranowo menyusul di posisi kedua.

Dari hasil survei tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan apakah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo justru bisa menjadi pasangan yang cocok untuk maju pada Pilpres 2024.

Nah, menjawab hal itu, pengamat politik Adi Prayitno menyebut bahwa Prabowo-Ganjar bisa saja menjadi pasanganan yang cocok. Namun, ada beberapan pertimbangan.

“Kalau bicara Prabowo berpasangan dengan Ganjar, tentu cocok,” ujarnya kepada GenPi, dikutip terkini.id pada Minggu, 29 Agustus 2021.

“Namun, bila dilihat potensi kuat atau tidak, tentu berdasarkan hasil lembaga survei.”

Adi lantas memberikan alasan atas opininya, yaitu bahwa Prabowo-Ganjar harus melalui survei kecocokan.

Dari hasil survei, barulah bisa dilihat apakah keduanya bisa lebih unggul dari pasangan lain atau tidak.

“Bila melihat elektabilitas Prabowo dan Ganjar, tentu keduanya sama-sama kuat,” sambungnya.

“Kedua orang ini memiliki bekal yang sama, bekal popularitas dan elektabilitas.”

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa setidaknya terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Menurutnya, calon yang tidak populer dan tidak memiliki elektabilitas akan sangat sulit untuk memenangkan pertarungan.

“Kalau dua orang ini berkoalisi, bagus, mantap! Tinggal bagaimana menstimulasi lawannya apakah kuat atau tidak dan seterusnya.”

Selain itu, Adi juga menilai bahwa sampai saat ini, Prabowo memiliki tugas yang harus dituntaskan, yaitu menaikan elektabilitasnya di angka 30-40 persen.

Hal itu merupakan syarat aman karena Prabowo sudah pernah maju pemilu sebanyak dua kali. (terkini)