Kisah Jonatan Christie: Pakai Uang Bonus Asian Games untuk Bangun Masjid
logo

28 Agustus 2021

Kisah Jonatan Christie: Pakai Uang Bonus Asian Games untuk Bangun Masjid

Kisah Jonatan Christie: Pakai Uang Bonus Asian Games untuk Bangun Masjid


GELORA.CO - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia Jonatan Christie memiliki kisah inspiratif pada tahun 2018 yang lalu. Pria yang akrab disapa Jojo ini memakai uang bonus dari Asian Games 2018 untuk membangun masjid.

Karier Jonatan Christie memang menanjak usai berhasil menyabet medali emas Asian Games pada tahun 2018 lalu. Saat itu, Jonatan Christie berhasil mengalahkan Chou Tien Chen di final tunggal putra Asian Games 2018.

Tentu masih belum terhapus dalam ingatan masyarakat dengan aksi selebrasi buka baju yang dilakukan oleh Jojo sapaan akrab Jonatan usai sukses menapaki podium tertinggi di ajang Asian Games 2018. Sontak hal tersebut menjadi viral di media sosial dan sekaligus menambah popularitas Jojo.

Namun, di balik kesuksesan Jojo selama berkiprah menjadi atlet tepok bulu itu tidak lantas mengubah pribadi Jojo yang dermawan.

Dari bonus Rp1,8 miliar yang didapatkannya dari hasil jerih payah di ajang Asian Games 2018, pria kelahiran Jakarta tersebut menyumbangkan sebagian uangnya untuk membangun masjid, dan sekolah darurat di Lombok yang kala itu rusak akibat bencana gempa bumi.

Ya seperti diketahui, meskipun Jojo memeluk agama Katolik, tetapi Jojo tetap dengan sikap kedemawanannya rela menyisihkan uangnya untuk membantu masyarakat Lombok. Jojo merasa membangun masjid dan sekolah dianggap lebih bermanfaat bagi masyarakat di Lombok.

Sepulang dari Korea Open 2018, Jonatan Christie pun langsung merealisasikan pembangunan masjid di Lombok. 

“Sepulang dari Korea Open, mungkin saya akan sempatkan satu hari datang langsung ke Lombok. Renacananya mau bangun sekolah dan masjid. Karena dua fasilitas ini bisa dipakai mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan umat muslim,” kata Jojo yang dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat 7 September 2018.

Kebaikan hati pebulu tangkis berusia 24 tahun itu rupanya bukan kali ini saja. Jauh sebelum tampil di Asian Games 2018, Jojo memberikan sebagian rezekinya untuk memperbaiki rumah milik saudaranya hingga Rp300 juta.

Rupanya kebiasaan memberi Jojo sudah dilakukan sejak dia masih kecil. Dia senang berbagi, menyisihkan uangnya untuk dikumpulkan dan dibagikan ke orang yang sedang membutuhkan.

Kini Jojo masih menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putra. Bersama Anthony Sinisuka Ginting, Jojo diharapkan bisa menyumbangkan gelar-gelar bagi bulu tangkis Indonesia. [inews]